Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN kantong plastik berisi sampah menumpuk di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kantong plastik itu berjejer di depan halte pemberhentian, tepatnya di perempatan Pos Pengumben, Minggu (17/6).
Tumpukan sampah yang mulai menggunung membuat jalan ke halte menjadi tertutup. Tidak ada warga yang menunggu angkutan di sana karena aromanya menusuk hidung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI, Isnawa Adji, tidak memungkiri hal itu. Di hari Lebaran banyak petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) yang pulang kampung. “Tukang gerobaknya pulang kampung, tetapi akan segera diangkut,” ujarnya.
Sejatinya, lanjut Isnawa, warga bisa mengadu bila sampah menumpuk, baik langsung mengabarkan ke Whatsapp Isnawa maupun sosial media Dinas LH yang ada di kecamatan. Di sisi lain, Dinas LH menyiagakan tim lintas atau tim penyisiran yang bisa melakukan gerebek sampah.
“Sudah kita siagakan truk compactor, gerobak motor, truk sampah, dan pasukan oranye. Kita kerja sama dengan lurah dan PPSU,” tuturnya.
Volume sampah di Ibu Kota mengalami lonjakan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan data Dinas LH, lonjakan terjadi pada Rabu (13/6). Sampah yang biasanya sebanyak 7.000 ton, naik menjadi 8.021 ton dalam sehari.
Pada saat jumlah sampah meningkat tajam pada hari itu banyak pula sopir truk sampah yang mudik. Kebanyakan dari mereka mempercepat pembuangan sampah. Jadwal pembuangan sampah malam hari dimajukan menjadi siang atau sore hari sehingga sempat terjadi antrean panjang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
Menurun drastis
Pada hari Lebaran, sampah menurun drastis. Warga Jakarta hanya menghasilkan sampah sebesar 1.286,3 ton, Jumat (15/6). Truk yang menimbang di TPST juga hanya 326 truk.
Tahun lalu, saat Lebaran, sampah Jakarta juga menyusut, yakni 2.200 ton-2.450 ton. Tonase itu jauh di bawah jumlah pada hari biasa, yaitu 7.000 ton sampai 7.200 ton. Kendati demikian, jumlah sampah akan kembali normal saat arus balik dan aktivitas perdagangan, jasa, dan perkantoran, kembali aktif.
Ia memperkirakan mulai 19 Juni-20 Juni dan seterusnya jumlah sampah naik secara signifikan. “Seiring arus balik, mulai tanggal 19-20 Juni akan naik mulai 5.000 ton, 5.500 ton, dan seterusnya,” imbuh Isnawa.
Selama libur Lebaran tahun ini, PPSU atau pasukan oranye tidak diatur libur secara penuh. Petugas nonmuslim tetap bekerja memonitor kali dan sungai di hari I dan II. Dinas LH mengamanatkan jangan sampai ada komplain Jakarta kotor saat Lebaran.
“Saya monitor dengan (aplikasi pesan) Whatsapp update Jakarta pagi, siang, dan malam, termasuk kondisi pembuangan sampah Bantar Gebang, Kepulauan Seribu, pesisir pantai, piket command centre, pergerakan truk sampah dengan GPS. Saya monitor semuanya,” pungkasnya. (Aya/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved