Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan Kota Depok gencar menertiban terminal liar di kawasan Depok.
Seperti di Jalan Raya Bogor-Jalan Komjen M Yasin, dan Jalan Margonda, Pancoran Mas. Selain itu, Dishub juga menertibkan Perusahaan Otobus (PO) yang melanggar tarif yang sudah ditentukan. “Petugas menindak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang mengangkut dan menurunkan penumpang di sana. Terminal liar itu menyebabkan kemacetan,” kata Kadishub Kota Depok Dadang Wihana, kemarin.
Ia mengatakan, penertiban terminal liar (bayangan) sudah dilakukan di lokasi-lokasi titik kemacetan. Keberadaan terminal bayangan disebabkan masih banyaknya penumpang yang mencari tempat terdekat dan tidak menuju terminal resmi untuk mudik.
“Butuh kesadaran masyarakat untuk naik bus AKAP di lokasi resmi, jadi penumpang tidak dirugikan dan lalu lintas tidak terganggu,” tuturnya.
Sejumlah lokasi terminal bayangan, jelasnya, terus dipantau dan ditertibkan. Seperti di Jalan Margonda, Kelurahan Depok Pancoran Mas, dan Jalan Komjen M Yasin–Jalan Raya Bogor kelurahan Pasirgung Selatan, Kecamatan Cimanggis.
Dua lokasi itu menjadi tempat ngetem bus AKAP jurusan Depok-Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera. “Semua titik kemacetan kami tertibkan agar tak mengganggu lalu lintas” ujar Dadang.
Sementara itu, Ashari, 33, sopir Angkot Momor 112 jurusan Depok-Kampung Rambutan, Jakarta Timur, beberapa hari terakhir pendapatannya turun. Hal itu gara-gara adanya terminal bayangan.
“Saya kerap nombok setoran Angkot karena sepi penumpang. Biasanya banyak penumpang ke terminal Kampung Rambutan saat mudik. Dishub setengah hati menertibkan terminal bayangan,” keluhnya. Ronggur, warga Kelurahan Pasirgunung Selatan juga mengatakan penertiban bus AKAP hanya panas-panas tahi ayam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved