Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA yang meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran harus memperhatikan beberapa hal agar rumah yang ditinggalkan benar-benar aman dari potensi kebakaran. Untuk itu, harus dipastikan kompor dalam kondisi aman dengan mencabut regulator kompor gas.
Selain itu, aliran listrik yang sering menjadi penyebab kebakaran harus dipastikan dalam kondisi baik. Langkah yang perlu dilakukan ialah melepas steker listrik. Setelah itu, jangan lupa menitipkan rumah kepada tetangga atau pengurus RT/RW.
Warga yang meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran mendapat perhatian dari petugas pemadam kebakaran (damkar). Pasalnya rumah kosong rawan terjadi kebakaran. Petugas gencar menyosialisasikan antisipasi kebakaran.
Salah satunya Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu memasang spanduk waspada bahaya kebakaran di sejumlah lokasi strategis.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Satriadi Gunawan, mengatakan total ada 45 spanduk disebar pada delapan wilayah kecamatan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. "Lokasi pemasangannya seperti di terminal, lampu merah, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), dermaga, dan kantor sudin," ujar Satriadi di Jakarta, kemarin.
Dijelaskan Satriadi, pemasangan spanduk sebagai sosialisasi itu bertujuan warga lebih waspada terhadap bahaya kebakaran selama mudik Lebaran.
Komandan Peleton Pemadam Kebakaran Sektor Kembangan, Joko Susilo, mengatakan di wilayahnya juga telah dipasang peringatan bahaya kebakaran di rumah yang ditinggal mudik. "Kami sudah koordinasi juga dengan tokoh masyarakat dan memasang selebaran berisi imbauan bahaya kebakaran," ujarnya.
Hati-hati pejambret
Pemudik hendaknya mewaspadai barang-barang berharga. Tidak waspada dalam menggunakan barang pribadi berpotensi membuat barang Anda raib. Itu yang terjadi pada dua perempuan yang mudik dengan bersepeda motor. Mereka dijambret di persimpangan Jl Ir H Juanda, Bekasi, pukul 00.00 WIB, kemarin.
Kedua korban ialah Mayang Puspita Harum, 22, dan Rika Amalana, 22, yang hendak mudik ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Saat Mayang tengah asyik membuka aplikasi penunjuk arah dari telepon selulernya, tiba-tiba datang seorang pelaku dari belakang menggunakan sepeda motor.
Pelaku langsung merampas ponsel milik korban dan kabur. Korban seketika berteriak minta tolong sambil menjalankan kendaraannya untuk menabrak tersangka. Pelaku akhirnya ditangkap warga, sedangkan korban yang jatuh dibawa ke RS Bella untuk mendapatkan perawatan medis. "Kami sudah menangkap satu laki-laki sebagai tersangka kasus tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur Iptu Yusron, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved