Integrasi Tarif Tol JORR Ditunda Minggu Depan

Andhika Prasetyo
12/6/2018 19:36
Integrasi Tarif Tol JORR Ditunda Minggu Depan
(ANTARA)

DALAM rangka meningkatkan edukasi kepada pengguna jalan tol, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) sepakat untuk mengundur pemberlakuan kebijakan integrasi JORR.

Intergrasi sistem pembayaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan itu sedianya akan diterapkan mulai Rabu (13/6) pekan ini, namun berdasarkan pertimbangan berbagai pihak terkait, akhirnya diundur hingga Rabu (20/6) pekan depan.

"Kami memutuskan untuk menambah waktu sosialisasi dalam rangka integrasi JORR," ujar Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru melalui keterangan resmi, Selasa (12/6).

Adapun, seksi yang diintegrasikan meliputi Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Saat ini, dalam proses transaksi, pengguna jalan bebas hambatan JORR seksi W1, W2U, W2S, S, E1, E2, E3, ATP (SS Penjaringan s.d Kebon Bawang) dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami yang akan menuju SS Penjaringan dan Kebon Bawang maupun arah sebaliknya harus melakukan transaksi sebanyak dua kali.

Mekanisme tersebut dinilai tidak praktis dan menyebabkan antrean kendaraan terutama pada gerbang tol yang berada di jalur utama seperti Gerbang Tol Meruya Utama, Gerbang Tol Meruya Utama 1, Gerbang Tol Semper Utama dan Gerbang Tol Rorotan.

Dengan diberlakukannya integrasi sistem transaksi di Ruas Jalan Tol JORR, akan terdapat titik transaksi baru yaitu pada akses masuk Bintaro Viaduct yang mengarah ke Bintaro. Sementara, transaksi pada beberapa gerbang tol seperti Meruya Utama, Meruya Utama, Semper Utama, Rorotan dan Pondok Ranji akan dihapuskan.

"Pengguna jalan tol hanya perlu melakukan transaksi satu kali. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak terhadap efisiensi waktu tempuh dan distribusi arus lalu lintas," jelas Dwimawan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya