Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK mass rapid transit (MRT) Jakarta menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini pembangunan proyek MRT fase I yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI sudah mencapai tahap 94,2%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis kehadiran MRT dapat mengubah kebiasaan buruk masyarakat Ibu Kota yang kerap tidak tepat waktu dengan alasan terjebak kecematan. Dengan menggunakan MRT, masyarakat dapat menghitung waktu tempuh perjalanan secara presisi.
"Adanya MRT ini berarti kita sudah mulai dengan kebiasaan hidup modern. Misal untuk jarak 15-20 kilometer (km), orang dapat memperkirakan karena tidak meleset satu menit pun. Ya kalau berangkat jam 8.30, berarti jam segitu akan berangkat. Jika semula terlambat setengah jam dibilang normal, ke depan pelan-pelan gak akan begitu," ucap Darmin usai meninjau Stasiun MRT Senayan, Senin (11/6).
Setelah mencoba kereta MRT, Darmin mengaku terkesima. Kesan pertama yang muncul ialah desain yang apik, modern dan lapang. Meski sempat berpeluh keringat, mantan Gubernur Bank Indonesia yang sempat menjalani pendidikan di Universitas Paris-Sorbonne itu terbiasa menggunakan moda transportasi publik.
Dia pun meyakini MRT akan diminati masyarakat Ibu Kota walaupun pada akhirnya tetap harus berdesakan di dalam kereta. Perkembangan jalur MRT nantinya akan menggiring pembangunan hunian yang mendekati stasiun.
"Nanti kebiasaan orang mencari rumah atau apartemen itu mengarah ke lokasi yang tidak jauh dari stasiun. Menurut saya pembangunan MRT ini suatu upaya atau langkah besar yang akan mempengaruhi kebiasaan kita," pungkas Darmin.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan MRT mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2019 mendatang. Dia menekankan pembangunan MRT berjalan tepat waktu di mana fase I dengan panjang 16 km sudah mencapai 94,2%. Aspek yang belum diselesaikan dalam proyek MRT fase I tidak menyangkut konstruksi, melainkan lebih pada tahap finishing interior, integrasi sistem hingga mendatangkan rangkaian kereta. Total investasi yang dikeluarkan untuk merampungkan proyek MRT fase I sebesar Rp 16 triliun. Sedangkan untuk fase II dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan, pihak Jepang diketahui akan menyuntikkan investasi sekitar Rp 22,5 triliun. Groundbreaking proyek MRT fase II sepanjang 18 km, lanjut dia, dimulai Desember 2018.
"Jadi keretanya yang datang pada Agustus lalu sudah 2 unit (rangkaian). Kita akan mulai menjalankan pengecekan seluruh sistem yang namanya integrated system and comissioning. Pada Desember kita akan mencoba trial run atau uji coba tanpa penumpang," jelas William.
Adapun total 16 rangkaian kereta MRT hadir seluruhnya pada Desember mendatang. Mengenai harga tiket MRT, pihaknya masih melakukan kajian bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. William belum bisa menjabarkan secara rinci berapa tarif yang ideal lantaran pembahasan masih bersifat internal. Semestinya, pembahasan tarif MRT rampung Agustus nanti, mengingat akan masuk dalam perhitungan subsidi dalam postur APBD DKI Jakarta.
"Tiketnya masih dalam proses pembicaraan antara pemerintah provinsi. Ini kita masih pembahasan internal, tetapi dengan skenario angka tiket Rp 8.500 per orang, kira-kira yang akan keluar itu adalah 130 ribu penumpang. Itu kira-kira yang ideal. Tentu nanti dengan pemerintah akan ditentukan bagaimana kebijakannya," ucapnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved