Selama Mudik, KRL Berpotensi Tersendat Malam dan Pagi Hari

Yanurisa Ananta
08/6/2018 14:46
Selama Mudik,  KRL Berpotensi Tersendat Malam dan Pagi Hari
(ANTARA)

SELAMA musim mudik Lebaran, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memprediksi operasional KRL terganggu pada malam dan pagi hari. Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, tersendatnya KRL tidak bisa dihindari karena beroperasi campur dengan Kereta Api (KA) antarkota (intercity). Terlebih, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan.

“Kita koordinasi dengan Daops 1 supaya tidak terjadi keterlambatan (KRL) yang begitu tinggi. Kalau pelambatan itu biasanya karena ada kereta datang di pagi dan keberangkatan di malam hari. Sementara, kalau siang masih bisa kita atasi,” kata Wiwik dalam dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (7/6).

Wiwik menambahkan, kebanyakan KA pada malam hari berangkat dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di pagi hari, KA biasanya datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, masuk ke wilayah Daops 1.

“Dari sisi operasi sudah diatur ehingga tidak saling tabrak, tapi mana kala ada (KA) yang terlambat biasanya akan terpengaruh,” ujarnya.

Wiwik menjelaskan, apabila KA tersendat di Stasiun Manggarai maka KRL di Stasiun Bogor akan terpengaruh. Untuk itu, KCI juga menambah kru petugas di stasiun-stasiun yang berpotensi mengalami kepadatan.

Selama musim lebaran, dari tahun ke tahun KRL mengalami pelonjakan penumpang terutama di H+2 Lebaran. Hal itu terjadi di enam area operasional, yakni Bogor-Jakarta Kota, Bogor-Jatinegara, Cikarang-Jakarta Kota, Ragkasbitung-Tanah Abang, Tangerang-Duri dan Tanjung Priok-Jakarta Kota. Seluruhnya sepanjang 418,5 Km. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya