288 Bus di Terminal Bayangan Ditindak

(Aya/J-3)
08/6/2018 05:45
288 Bus di Terminal Bayangan Ditindak
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta gencar menindak bus antar kota antar provinsi (AKAP) di terminal bayangan. Hal ini dilakukan jelang Idul Fitri guna mengoptimalkan terminal-terminal terpadu di Jakarta.

Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, selama periode 2 Januari 2018 hingga 6 Juni 2018, 288 bus AKAP di terminal bayangan ditindak. Bus-bus tersebut dijaring dari lima wilayah kota Jakarta ditambah satu bidang dalops (daerah pengendalian dan operasi).

"Setiap hari kami lakukan operasi. Karena kewenangan ada di Kemenhub, hasil pe-nindakan pun dilaporkan ke Kemenhub," tutur Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, Kamis (7/6).

Bus AKAP yang terbanyak ditindak ada di terminal ba-yangan Jakarta Timur, 150 unit. Sementara itu, dishub tidak menjaring bus AKAP di terminal bayangan Jakarta Selatan. Di Jakarta Barat 16 bus, 2 bus di Jakarta Pusat, 62 bus di Jakarta Utara, dan 58 unit bus di bidang dalops.

Seluruh unit bus masing-masing diberi sanksi berupa tilang atau penghentian operasi. Sebanyak 550 kendaraan AKAP ditilang dan 178 unit dihentikan. Jumlah itu sudah termasuk pelanggaran berupa pelanggaran administrasi surat kendaraan, kelaikan jalan, dan pelanggaran rambu.

"Terminal bayangan sudah kita sisir terus. Langsung dari segala sisi. Kita pastikan jelang Lebaran tidak ada lagi (terminal bayangan)," imbuh Sigit.

Terminal bayangan itu di antaranya, di Warung Jengkol dekat Pulo Gadung, Season City Jalan Latumenten. Penja-ringan Jakarta Utara, dan Ke-bayoran Lama.

Sementara itu, menjelang H-7 Idul Fitri, Terminal Pulo-gebang, Cakung, Jakarta Timur, masih sepi pemudik. Keramaian di stan perusahaan operator (PO) belum menunjukkan tanda-tanda puncak keramaian mudik Lebaran. Padahal, pada periode yang sama di musim Lebaran tahun lalu diakui lebih ramai.

Sinar Jaya, salah satu PO di sana, mengaku jumlah pemudik setahun atau dua tahun lalu lebih bagus ketimbang tahun ini. Tahun lalu, sekitar 4.000 orang memesan tiket mudik ke arah Timur Pulau Jawa di PO Sinar Jaya. "Dua tahun lalu lebih bagus. Saat ini mulai banyak pang-kalan terminal bayangan. Jadi, penumpang lebih memilih terminal bayangan karena tidak jauh dari rumah," kata Tiadina bagian Marketing PO Sinar Jaya.

Tiadina mengaku, di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga saat ini pun masih beroperasi bus AKAP. Padahal, Pemprov DKI dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah melarang. Sementara itu, ope-rasional Terminal Tanjung Priok merupakan satu dari sembilan terminal di DKI yang dialihkan ke Terminal Pulo Gebang.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya