Seluruh Proyek Infrastruktur Disetop pada H-10

Tosiani
07/6/2018 09:20
Seluruh Proyek Infrastruktur Disetop pada H-10
(ANTARA)

UNTUK kelancaran dan kenyamanan arus mudik, seluruh proyek pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta telah dihentikan pada H-10 Lebaran 2018. Penghentian pembangunan proyek ini akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang. Pembangunan akan kembali dilanjutkan pada 24 Juni.

"Semua proyek akan berhenti pada H-10. Itu bukan kebijakan pemerintah daerah. Itu kebijakan pemerintah pusat," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadis Hubtrans) Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, di Jakarta, kemarin.

Saat ini, sebut Andri, di ruas Tol Jakarta-Cikampek, hanya tersedia tiga lajur dari semula empat lajur karena dampak proyek pembangunan. Pada arus mudik nanti akan dikembalikan menjadi empat lajur. "Sekarang akan dikembalikan lagi menjadi empat lajur sampai pelaksanaan arus mudik dan balik," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan kesiapan transportasi untuk mudik, hampir mayoritas bus yang diperiksan di Terminal Bus Antarkota Antarpulau (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat, yang tidak memiliki alat kelengkapan sebagai fasilitas keselamatan jika terjadi kecelakaan.

Hal itu terungkap saat petugas dinas perhubungan (Dishub) melakukan uji kir atas dua jenis pemeriksaan terhadap bus AKAP sebagai angkutan Lebaran 2018 di Terminal Kalideres.

Kedua jenis pemeriksaan itu, yakni pemeriksaan utama berkaitan dengan keselamatan dan pemeriksaan alat kelengkapan kendaraan. "Faktor utama itu wajib, seperti sistem rem, sistem kemudi, sistem lampu," ujar Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres, Revi Zulkarnaen, di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, kemarin.

Dikatakan Revi, sebanyak 245 angkutan Lebaran sudah diuji kelaikannya. Bus-bus itu telah memenuhi standar keselamatan. Namun, masih banyak bus yang tidak memiliki alat kelengkapan kendaraan. "Rata-rata kendaraan itu untuk sistem keselamatan sudah oke. Tapi masih kekurangan pada alat kelengkapan seperti pemukul kaca jika terjadi kecelakaan, segitiga pengaman, kotak obat, dan lain-lain," ungkap Revi.

Pihaknya akan memberikan surat peringatan untuk bus-bus yang tidak memiliki alat kelengkapan itu. Perusahaan Otobus (PO) harus melengkapi kekurangan alat kelengkapan sebelum kembali diperiksa. Petugas akan menindak bus-bus yang tidak memenuhi alat kelengkapan keselamatan itu dan tidak menerbitkan stiker laik jalan. Dengan demikian, busnya tidak bisa beroperasi.

 

Sembilan terminal

Terminal Kalideres, merupakan satu dari sembilan terminal yang disiapkan untuk melayani penumpang yang mudik Lebaran. Dari sembilan terminal itu, empat di antaranya merupakan terminal utama meliputi Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, dan Terminal Pulo Gebang. Adapun terminal bantuan yang telah disiapkan, yaitu Terminal Pinang Ranti, Grogol, Rawamangun, Lebak Bulus, dan Muara Angke. "Kesembilan terminal itu dipersiapkan pada H-8 Lebaran, yaitu Kamis (7/6)," jelas Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadis Hubtrans) Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah.

Andri menambahkan, awak bus angkutan arus mudik sebelum berangkat wajib melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine di posko yang telah disediakan dinas kesehatan dan Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI.

"Kondisi kesehatan sopir yang tidak laik akan diistirahatkan, tidak boleh berangkat. Jika ada sopir yang positif narkoba akan diserahkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.  (TS/SSR/
Mal/J-2)


 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya