Setelah Sahur Sujud bukan Tawuran

TS/J-1
06/6/2018 07:00
Setelah Sahur Sujud bukan Tawuran
(Ilustrasi)

TAWURAN antarremaja pada saat sahur on the road di Jakarta pada Minggu (3/6) subuh lalu menandakan pemahaman agama dan kemampuan pengendalian diri mereka masih sangat kurang.

Sosiolog Kriminalitas Universitas Gadjah Mada Soeprapto, saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (5/6), mengatakan sahur di pagi hari maupun buka puasa di petang hari merupakan saat umat beragama bersujud pada Tuhan.

Selesai sahur ada kewajiban umat muslim untuk berinteraksi dengan Tuhan melalui salat subuh, dan di saat buka puasa juga ada kewajiban salat magrib.

"Dua waktu penting itu harusnya dilakukan umat muslim untuk melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri dengan Tuhan dan dengan sesama manusia, bukan sebaliknya menciptakan konflik dan permusuhan," lanjutnya.

Tawuran antarremaja pada waktu sahur, menurut Soeprapto, menandakan mereka tidak memahami makna bangun pagi untuk sahur dan berpuasa. Seharusnya dipahami bahwa berpuasa dapat merasakan lapar dan haus sehingga bisa berempati kepada orang yang lapar.

Lalu, ditindaklanjuti dengan bersedekah, zakat, dan aneka bentuk empati lainnya pada orang lapar dan haus.

"Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan amarah, menghindari ngomongin kejelekan orang lain. Mereka justru tawuran karena bekal pemahaman tentang makna sahur, puasa, dan buka puasa sangat minim. Mereka tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri dengan baik, EQ-nya rendah," ujar Soeprapto.

Ia menyarankan dua solusi mengatasi hal tersebut, yakni secara internal dan eksternal. Lingkup internal dari keluarga. Mestinya keluarga memberi bekal budaya, nilai, dan norma yang memadai sesuai usia anak bersangkutan. Keluarga juga harus mampu menjadi pengontrol perilaku anak dan tidak berlebihan memfasilitasi anak.

Sementara itu, lingkup eksternal, yakni solusi dari masyarakat dan instansi pemerintah terkait. Pihak eksternal ini, kata dia, harus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas kontrol terhadap perilaku remaja di saat-saat rawan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya