Setelah Sempat Ditolak, Kampus UIII Akhirnya Bisa Dibangun

Kisar Rajaguguk
02/6/2018 18:50
Setelah Sempat Ditolak, Kampus UIII Akhirnya Bisa Dibangun
(Ilustrasi)

PEMBANGUNAN Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Kota Depok, Jawa Barat, yang sempat menuai penolakan kalangan pegiat lingkungan daerah akhirnya kembali dimulai. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kampus berlevel dunia tersebut.

"Betul, betul UIII segera dibangun di Kompleks Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukma Jaya, Kota Depok, dan Rabu (6/6) lusa. Presiden Jokowi dijadwalkan meletakkan batu pertama pembangunan kampus berlevel dunia itu," kata Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono, kepada Media Indonesia, Sabtu (2/6).

Peletakan batu pertama pembangunan UIII sebelumnya dijadwalkan Kamis (18/1). Namun, pembangunan UIII tertunda lantaran menuai penolakan para pegiat lingkungan Kota Depok.

Pegiat lingkungan daerah berkilah, ada salah satu rumah bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang berdiri sejak 1778 di kawasan Kompleks RRI RT001 RW01 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya. Rumah tersebut pernah menjadi rumah singgah Gubernur Jenderal VOC Petrus Albertus van Der Parra. Adapun pembangunan rumah ini dilakukan untuk istri kedua Gubernur Van Der Parra, yang bernama Yohana.

Lebih jauh, Hardiono enggan menjawab soal pembangunan Kampus UIII yang akan menggusur rumah di kawasan Kelurahan Cisalak.

"Nanti deh, saya baru dikabari panitia pelaksana pembangunan pusat secara lisan," imbuhnya

Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII. Adapun pembangunan kampus bertaraf internasional itu akan memakan luas lahan sekitar 142 hektare. Kampus UIII tersebut direncanakan rampung dan telah beroperasi pada 2018.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebelumnya mengungkapkan pembangunan Kampus UIII di lokasi milik RRI di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukma Jaya, itu telah diplot dalam anggaran APBN Kementerian Agama.

"Biaya pembangunan UIII berasal dari APBN Kementerian Agama. Nominalnya Rp400 miliar," ucapnya.

Kampus UIII, katanya, dibangun tiga lantai. Desain sarana dan infrastruktur UIII dibuat modern dan futuristik, dengan fasilitas teknologi dan lingkungan yang hijau disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah itu.

Nantinya, kampus itu mencakup apartemen mahasiswa, dosen, Gedung Rektorat dan Gedung Administrasi, serta tiga lantai gedung perkuliahan mahasiswa S-2 dan S-3 untuk enam fakultas. Antara lain fakultas ilmu politik, filsafat, dan sejarah.

"Lahan untuk apartemen, gedung rektorat, administrasi nantinya dibangun di atas lahan 20 hektare. Sisa lahan seluas 124 hektare dijadikan kawasan hijau," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya