Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SANTRI asal sebuah pesantren di Madura menggagalkan aksi pencurian dengan kekerasan atau begal yang nyaris menimpanya dan rekannya, Ahmad Rofiki (AR). Muhamad Irfan Bahri (MIB) ternyata memang jago bela diri.
Peristiwa ini bermula ketika MIB dan temannya AR hendak berswafoto malam hari di atas jembatan Summarecon Bekasi, Bekasi Selatan. MIB memarkirkan sepeda motor miliknya di bahu jalan.
"Sebelumnya saya ada di bawah melihat pemandangan, kemudian naik ke jembatan," kata Irfan, Rabu (30/5).
Menurut warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi timur ini, tiba-tiba ada dua orang tak dikenal menghampirinya. Seorang pelaku membawa celurit mengancam AR yang berada di atas sepeda motor agar memberikan telepon genggamnya. Karena takut, AR lalu menyerahkan ponselnya kepada pelaku.
Rupanya, pelaku juga menghampiri MIB, dan meminta agar menyerahkan ponsel. MIB hanya diam, bahkan sempat mengamati celurit yang diacungkan tersebut. Ia memperkirakan pelaku hanya menakut-nakuti, sebab terlihat bahwa celurit tersebut masih dibungkus sarung.
"Ternyata perampok itu benar-benar melukai saya dengan celurit miliknya. Pertama mengenai punggung,” katanya
Tak ingin mati konyol, MIB pun melawan. Sekali tendang pelaku ambruk. Duel antara MIB dan AS, pelaku, pun terjadi sampai akhirnya MIB mampu merebut senjata tajam yang dibawa pelaku. Ia lalu mengayunkan celurit itu kepada pelaku, bahkan seorang pelaku lainnya tak berkutik dan meminta ampun.
"Ampun, Bang..ampun Bang," ujarnya menirukan seorang pelaku.
Kapok karena dihajar korbannya, dua pelaku, AS dan IY, lalu tancap gas menuju ke piramida terbalik di kawasan Summarecon. Sampai di RS Anna Medika, Bekasi Utara, pelaku AS, 17, tewas, sedangkan IY, 16, kritis. Dari hasil penyelidikan sementara, IY telah ditetapkan tersangka oleh polisi. IY juga merupakan residivis. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved