Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Satreskrim Polres Kota Bekasi segera mendatangkan ahli pidana untuk menyelidiki kasus kematian AS, Rabu (23/5). AS meninggal di tangan korbannya, pemuda berinisial MIB, 19, saat korban berusaha membela diri.
Kapolres Kota Bekasi, Kombes Pol Indarto, mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman atas status MIB selaku korban sekaligus pelaku pembacokan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan.
"Hari ini kami sedang periksa ahli pidana," kata Indarto, Rabu (30/5).
Menurut dia, pemeriksaan ahli pidana itu untuk menentukan status hukum MIB dalam peristiwa perampokan tersebut. Saat ini, status MIB masih sebagai saksi.
Indarto menegaskan, selama ini pihaknya sama sekali belum pernah memeriksa MIB sebagai tersangka. MIB saat ini pun tidak ditahan dalam kasus yang melibatkannya.
"Yang bersangkutan, MIB masih saksi. Kami masih menunggu keterangan ahli pidana," kata Indarto.
Seperti diberitakan, kasus MIB bermula saat dia tengah bepergian bersama rekannya AR di jembatan layang Summarecon Bekasi, Rabu (23/5) malam. Keduanya kemudian memarkir sepeda motornya di bahu jalan jembatan layang untuk bersantai menatap kota dari ketinggian. Tiba-tiba datang AS bersama seorang rekannya bernama Indra Yulianto (IY) dengan sepeda motor menghampiri MIB dan AR.
AS langsung turun dari sepeda motornya dan mengeluarkan sebilah celurit yang disimpan di balik kaosnya. Ia lalu mengarahkan celuritnya kepada AR sambil merampas ponselnya.
Tak hanya itu, AS juga melakukan hal serupa kepada MIB. Namun yang bersangkutan tidak mau menyerahkan ponselnya, sehingga AS mengayunkan celuritnya ke arah MIB. Ancaman AS ditepis tangan MIB hingga keduanya terlibat duel. Akhirnya AS terjatuh dan celurit miliknya direbut MIB.
Merasa di atas awan, MIB pun lalu mengayunkan celurit tersebut ke tubuh AS sebanyak empat kali hingga Ia jatuh tersungkur. Rekan AS, IY, turun dari motornya dan berniat membantu. Namun, MIB langsung menghadang sambil meminta kembali ponsel Rofiki. Mereka berdua, AS dan IY pun segera kabur.
Karena mengalami luka bacokan cukup parah, AS akhirnya tewas saat menjalani perawatan di RS Anna Medika, Bekasi Utara karena kehabisan darah. Polisi kemudian menangkap MIB berikut barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat biru, satu buah baju berlumuran darah, satu buah topi putih serta celurit sepanjang 30 sentimeter. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved