Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENDAM pada orangtua korban, khususnya kepada ibunya, menjadi alasan yang diakui R, remaja laki-laki, mengakhiri hidup Grace Gabriela Bimusu, bocah tak berdosa 5 tahun, yang tak lain tetangganya di sebuah perumahan di Bogor, Jawa Barat.
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor, resmi menetapkan R, anak baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, sebagai tersangka, Jumat (25/5).
Kini, R yang juga merupakan tetangga dekat yang berselang tiga rumah itu ditahan di Mapolres Bogor.
Kapolres Bogor, AKBP Andi Mochammad Dicky Pastika Gading, mengatakan, karena usia tersangka yang tergolong remaja, penanganannya pun dipastikan akan berbeda dengan tindak pidana yang dilakukan orang dewasa.
"Pelaku usianya 15. Oleh karena itu, terikat padanya Undang-Undang Sistem Peradilan Anak, sehingga ada perbedaan dalam penanganannya," kata Kapolres saat rilis kasus tersebut di sela pengamanan GOR Pakansari, Jumat (25/5) petang.
Menurutnya, terhadap kasus tersebut, pihaknya bekerja dengan sangat hati-hati. Bahkan, pihaknya meyakinkan kembali dengan rekonstruksi dan sebelumnya melakukan beberapa kali olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Jadi kita tidak mau terburu-buru dalam kasus ini. Kita yakinkan kembali dengan rekontruksi kemarin siang. Benar-benar azas keberhati- hatian. Termasuk olah TKP yang dilakukan berulang kali oleh penyidik," jelasnya.
Berdasarkan hasil gelar, lanjutnya, meyakinkan R jadi tersangka dan langsung dilakukan penahanan.
Dia juga mengakui, dalam penanganan kasus ini, pihaknya mengalami banyak hambatan. Selain karena minimnya informasi, juga minimnya petunjuk yang ada di TKP.
"Hambatannya banyak sekali terhadap kasus ini. Sehingga hampir satu bulan atau tiga minggu kasus ini baru terungkap," ungkapnya.
Yang menjadi motif pelaku, masih kata Kapolres, karena si R memiliki dendam pada orangtua korban.
"Pelaku R merasa jengkel, dendam pada orangtuanya. Dendam pada ibunya korban. Tidak ada perencanaan, semacam tidak sadar. Tiba-tiba teringat masalah dendam, kejengkelannya. Terus dilimpahkan ke anak tersebut," paparnya.
Sementara itu, orangtua Grace, baik Immi Nancy Elisa ibunya dan Jemmy Ananias Bimusu, mengaku tidak menyangka bahwa pelakunya R, tetangga dekat mereka.
Saat ditemui di rumah mereka, keduanya pun mengakui tidak pernah merasa punya masalah dengan keluarga pelaku. Khususnya dengan pelaku. Bahkan, Nancy mengakui dirinya cukup dekat ibu pelaku.
"Kenal banget. Kita kan berteman sama mereka. Gak ada musuhan. Gak ada masalah. Gak pernah nyinggung. Memang kita berteman, di FB juga berteman," kata Nancy seraya menunjukkan foto selfie dirinya dan ibu pelaku di media sosial Facebook (FB).
Para tetangga dan Ketua RT setempat, Joko Bandung, pun berpendapat sama. Bahkan, dia menyebut antara ibu pelaku dan ibu korban erat sekali.
"Baik dan dekat. cs-an," kata Joko.
Kasus ini sendiri terjadi pada Minggu, 30 Mei 2018 lalu. Saat itu Grace dilaporkan hilang oleh Immi Nancy Elisa, ibunya, sekitar pukul 11.00 WIB.
Setelah dilakukan pencarian panjang, Grace ditemukan meninggal dalam kondisi tubuh terbungkus karung beras yang diikat di sebuah kebun singkong. Lokasi penemuan Grace hanya sekitar 100 meter dari rumah korban dan pelaku. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved