Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH seorang siswa SMK swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat, AS, sebelumnya diberitakan tewas akibat dikeroyok sekelompok orang tidak dikenal. Rupanya, AS mulanya hendak mencuri ponsel pelaku dengan mengancam menggunakan sebilah celurit.
Peristiwa itu bermula saat MIB, tersangka pembunuh AS, dan seorang rekannya tengah nongkrong di Jembatan Summarecon Bekasi, Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Rabu (23/5) malam. AS yang datang bersama IY, langsung menodongkan celurit kepada MIB dan rekannya. Mereka meminta ponsel yang dimiliki MIB dan rekannya.
"Niat awal AS adalah untuk mencuri ponsel milik MIB dan rekannya, bahkan mereka beraksi menggunakan senjata tajam," ungkap Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Indarto, di Bekasi, Jumat (25/5).
Indarto mengatakan, ancaman celurit itu tak membuat korbannya gentar. MIB tetap tidak memberikan ponsel miliknya, sehingga AS geram dan langsung menyabetkan celurit hingga mengenai tangan MIB.
MIB pun melakukan penyerangan balik dengan merebut celurit dari tangan AS. Perkelahian keduanya pun terjadi sangat sengit di atas jembatan. Serangan balik itu membuat dua pelaku menyerah dan kabur setelah tubuhnya mengalami luka bacok di leher dan kepala.
"AS dan IY kabur dengan sepeda motor ke sebuah klinik untuk mengobati lukanya. Sedangkan MIB dan rekannya mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya itu,” jelas Indarto.
Saat MIB dan rekannya laporan ke Polres Kota Bekasi, pihak rumah sakit Anna menghubungi Polsek Bekasi Utara yang menginformasikan dua remaja bernama Aric dan Indra, pasiennya menjadi korban kekerasan.
“Anggota polsek pun meluncur mendatangi RS Anna. Saat tiba di rumah sakit, petugas menginformasikan AS tewas sementara IY selamat,” tandas dia. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved