Hipmi Jaktim Dukung Pemkot Kembangkan Industri Kreatif

Micom
22/5/2018 22:05
Hipmi Jaktim Dukung Pemkot Kembangkan Industri Kreatif
(ist)

JAKARTA Timur merupakan kota administrasi yang memiliki wilayah paling luas serta memiliki keunikan baik dari sisi historis maupun objektif di antara kota administrasi lainnya di DKI Jakarta.

Dengan luas 188 kilometer persegi (dari 661 km persegi luas DKI), maka kota administrasi Jaktim sangat mungkin untuk dikembangkan, sehingga ke depannya dapat bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Kota administrasi Jaktim memiliki sejumlah kawasan-kawasan potensial atau unggulan untuk dapat dikembangkan. Kawasan unggulan merupakan kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan sektor strategis, seperti industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, permukiman dan lain-lain.

Sektor strategis merupakan sektor yang menempati prioritas utama karena tingkat peranannya dalam pembangunan.

Kawasan strategis kota merupakan kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, serta pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tinggi untuk mengembangkan, dan melestarikan serta mengoordinasikan pembangunan nilai strategis kawasan yang bersangkutan dalam mendukung penataan ruang wilayah.

Kawasan potensial kota administrasi Jaktim seperti: kawasan Jatinegara, kawasan Sentra Primer Timur, kawasan mebel Klender, kawasan PIK Pulogadung, kawasan Cililitan, RPU Rawa Kepiting, Kanal Banjir Timur, Pasar Induk Kramat Jati, dan lain-lain.

"Melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh Jaktim, banyak yang bisa kita kembangkan menjadi produk unggulan Jaktim.

Bila pemerintah, pengusaha, dan segenap pemangku kepentingan bersatu dalam mengembangkan industri kreatif, niscaya kita akan akan maju dan bisa bersaing di pasar global," kata Andre Tirtoadji, Ketua Umum Hipmi Jaktim di sela-sela acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Hotel Santika TMII, Jaktim, Rabu (23/5).

"Industri kreatif yang merupakan industri anak muda, sekarang telah menjadi trend di kalangan para pengusaha muda khususnya Hipmi.

Oleh karena itu, Andre berharap Pemkot Jaktim dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi kreatif di DKI, khususnya Jaktim saat ini, karena banyak pengusaha muda di Jakarta yang bekerja di bidang ini," imbuhnya.

Sebagai pengusaha yang kental dengan semangat mudanya, Andre menegaskan, pengusaha muda harus mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Terobosan-terobosan baru dengan tidak mengesampingkan profesionalisme merupakan langkah yang perlu diambil sehingga mampu bertahan dan menciptakan peluang usaha.

"Semangat kebersamaan untuk maju bersama perlu kita pupuk dan kita tanamkan pada setiap anggota Hipmi, karena dengan potensi serta jejaring serta kemauan untuk bermitra seharusnya sudah merupakan peluang usaha bagi setiap anggota," ujarnya.

Ketua Panitia Pengarah Rakercab BPC Hipmi Jaktim, Faratodi, menjelaskan Rakercab Hipmi Jaktim Masa Bakti 2017-2020, yang mengambil tema 'Kolaborasi Pengusaha Muda dan Pemerintah Kota sebagai Katalisator Ekonomi Kreatif', selain akan membahas pola serta program kerja organisasi juga akan mengundang tokoh dunia usaha, organisasi profesi, dan pemerintah sebagai pemegang regulasi serta mendukung program pemerintah kota dalam mengupayakan lahirnya pengusaha-pengusaha yang tangguh dalam menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rakercab BPC Hipmi Jaktim, Harizah Persiana Mangkunegara, yang biasa dipanggil Riris, berharap pada kesempatan Rakercab ini seluruh anggota Hipmi Jaktim dan peserta lainnya menunjukkan partisipasi pemikiran, dukungan, saran, dan pandangan dalam menyikapi program kerja kedepan sebagai suatu kesepakatan yang dituangkan dalam keputusan Rakercab yang merupakan pegangan/pedoman BPC HIPMI Jakarta Timur dalam melaksanakan program kerja ke depan. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya