Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT menunggu santap sahur, Rabu (23/5) sekitar pukul 02.00 WIB, telinga Aldino Rivaldi menangkap suara pintu bagian depan rumahnya seperti ada yang coba membuka. Menghilangkan rasa penasarannya, ia pun bergegas menghampiri sumber suara.
Rupanya benar saja, satu tangan dari luar dilihatnya sudah masuk melewati celah teralis jendela yang sebelumnya sudah berhasil dicongkel. Tangan tersebut sudah mengayunkan gagang daun pintu rumah. Saat itu memang kondisi kunci masih menempel pada pintu.
Sedari awal, Aldino sudah yakin kalau orang yang coba masuk ke dalam rumahnya merupakan kawanan pencuri. Beberapa saat, ia sengaja menunggu di depan pintu hingga penjahat tersebut masuk ke dalam rumah.
Dua pelaku akhirnya berhasil masuk beberapa langkah ke dalam. Tak ingin membuang waktu, Aldino coba langsung menyergap. Rupanya, aksi Aldino tidak membuat pelaku gentar. Keduanya justru tidak buru-buru melarikan diri dan maju melakukan perlawanan.
Pergumulan di ruang tamu antara pelaku dan korban pun tak terelakkan. Suara gaduh mengundang Hendi, ayah Aldino, keluar kamar. Emosinya sempat terpancing melihat perkelahian tak seimbang yang sedang dipertontonkan kedua pelaku dan anaknya.
Namun nahas, saat mendekat dan coba membantu anaknya, seorang pelaku yang belakangan diketahui berinisial RH alias Kiki berbarengan mengeluarkan sebilah celurit dari balik bajunya. Tanpa ragu, pelaku langsung mengayunkan senjata tajamnya dan mendarat tepat di paha kiri Hendi.
Sempat terkapar akibat luka bacok, Hendi berteriak minta tolong untuk mengundang bantuan. Tanpa waktu lama, puluhan warga Kampung Roda Hias RT003/02, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, langsung mengepung dua pelaku.
“(Saat pelaku masuk) anak korban langsung menghadang di depan pintu. Terjadi perkelahian antara kedua pelaku dan anak korban,” terang Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, Rabu (23/5).
Dari dua pelaku, satu orang berinisial RH berhasil dibekuk. Sementara, identitas satu pelaku yang meloloskan diri sudah dikantongi petugas. Selain pelaku, polisi berhasil menyita sebilah celurit sebagai barang bukti.
“Pelaku yang tertangkap diamankan di Polsek Serpong. Satu pelaku lagi sedang dalam proses pengejaran. Data identitasnya sudah kami kantongi,” ucap Yurikho.
RH digelandang ke kantor polisi dalam keadaan babak belur. Setelah berhasil meringkus, sebagian besar warga tanpa aba-aba langsung menyerang pelaku secara membabi-buta.
Mendapat serangan dari warga yang keburu geram, pelaku mendapatkan luka cukup serius. Namun disayangkan, satu pelaku lain berhasil melarikan diri setelah sempat terkepung warga.
“Pelaku jadi bulan-bulanan warga sampai ditelanjangi dan hampir dibakar. Ayah saya dirawat di Rumah Sakit Hermin Serpong. Warga merasa geram karena pelaku malah nekat melawan,” cerita Aldino. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved