Pemprov DKI Beri Potongan Pajak 50% untuk Tiket Asian Games

Nicky Aulia Widadio
21/5/2018 18:40
Pemprov DKI Beri Potongan Pajak 50% untuk Tiket Asian Games
(MI/Ramdani)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memberikan potongan pajak sebesar 50% untuk tiket pertandingan Asian Games 2018. Potongan pajak tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan menyukseskan perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut.

"Kalau (potongan) 50% sudah dipastikan," tutur Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta, Senin (21/5).

Sandiaga menuturkan, Pemprov DKI sebetulnya ingin membebaskan tiket pertandingan Asian Games dari pajak, seperti yang diterapkan di Palembang dan Jawa Barat. Namun, Peraturan Daerah DKI Jakarta nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah menyebutkan pembebasan pajak hanya bisa karena asas keadilan dan asas resiprositas.

"Jadi kendalanya itu ada di Perda. Untuk (pengurangan) 100% (pajak) itu nggak ketemu, karena ada beberapa komponen yang tidak bisa dimasukkan ke dua azas (keadilan dan resiprositas) tadi," jelas Sandiaga.

Pemotongan pajak sebesar 50% sendiri masih dimungkinkan atas dasar diskresi gubernur. Pemprov DKI nantinya akan menerbitkan Keputusan Gubernur terkait hal ini.

"Iya, nanti ada Kepgub yang lagi kita rancang sekarang," tambah Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan dirinya masih menantang Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya untuk mencari terobosan-terobosan demi mendukung perhelatan Asian Games.

Selain meringankan beban pajak tiket, Pemprov DKI juga telah membebaskan iklan billboard Asian Games, selama tidak ada logo sponsor. Tujuannya agar promosi Asian Games lebih semarak.

"Kalau logo Asian Games saja tidak masalah. Yang problem itu kalau ada logo sponsornya. Kalau ada logo sponsornya kita belum bisa membebaskan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua INASGOC, Erick Thohir berharap terus ada terobosan-terobosan lainnya mengingat perhelatan Asian Games tinggal 89 hari lagi.

"Saya harapkan kemajuan yang sudah disepakati luar biasa, tapi tentu dengan tinggal 89 hari kita harus tambahkan kemajuan lain atau terobosan lain sehingga ketika hari H berjalan lancar," ujar Erick. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya