Saat Ramadan,Kunjungan Wisman ke Jakarta Rendah

TS/J-2
21/5/2018 00:15
Saat Ramadan,Kunjungan Wisman ke Jakarta Rendah
(ANTARA)

ANGKA kunjungan wisata dari mancanegara ke Jakarta tergolong rendah, terutama saat Ramadan. Kondisi itu memprihatinkan karena Jakarta ialah ibu kota negara.

"Kalau ibu kota negara lain, angka kunjungan wisata dari mancanegara dan occupancy hotel bisa mencapai 70%. Kalau di Jakarta, masih jauh di bawah itu," ujar Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Anang Sutono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menyebutkan data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta (inbound) pada 2017 melalui Bandara Sukarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 2,65 juta orang. Angka itu naik 5,81% dari angka kunjungan wisman ke Jakarta pada 2016 yang berkisar 2,51 juta.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Jakarta pada 2017 rata-rata 63,26%. Angka itu naik sekitar 5% dari 2016 yang mencapai 58,29%. Pada Ramadan 2017, tingkat hunian kamar hotel di Jakarta di kisaran 59,88%. Pada Ramadan 2016, tingkat hunian hotel di Jakarta hanya berkisar 52,79%.

Berbeda dengan Malaysia yang kunjungan wismannya tetap tinggi. Untuk itu pihaknya akan mempelajari upaya Malaysia tetap bisa menarik wisatawan datang berkunjung, terutama saat musim-musim sepi seperti Ramadan.

Untuk itu, pihaknya tengah mengupayakan Paket Jakarta Ramadan Hot Deals (JHSR). Berupa paket menginap dengan harga lebih murah di beberapa hotel berbintang selama tiga pekan Ramadan. Paket JHSR merupakan bagian dari Jakarta Weekend Hot Deals. Program itu bekerja sama dengan 18 stakehokders pariwisata, seperti tour operator, travel agent, hotel, transportasi, dan taman hiburan. "Ini merupakan strategi sharing economy untuk menjual barang dan jasa yang tidak laku pada musim sepi atau low seasons," ujar Anang.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya