Pekerja Harian Lepas belum Terima Honor

Mal/Ths/DA/Yah/J-4
19/3/2015 00:00
Pekerja Harian Lepas belum Terima Honor
(MI/ANGGA YUNIAR)
KEKISRUHAN penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2015 berimbas pada nasib pekerja harian lepas (PHL).

Salah satunya, Komar, 39, seorang PHL kebersihan di jalan Jakarta Timur.

"Seminggu lalu ada kabar katanya sudah turun, tapi sampai saat ini belum dapat (gaji)," tuturnya.

Nasib serupa juga dialami PHL kebersihan kota di Jakarta Utara.

Sudadi, 57, tetap mengerjakan tugasnya menyapu jalan meski gajinya belum dibayar sejak Februari.

"Saya jadi bingung mau membayar biaya hidup sehari-hari," keluhnya.

Apalagi, sama seperti dirinya, istri Sudadi juga merupakan PHL kebersihan.

"Kami sudah bekerja sejak 2003. Sekarang kami tidak ada pemasukan sama sekali," kata Sudadi bingung.

Demikian juga dirasakan Edi, PHL yang mengurus kolam air mancur Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia mengaku terpaksa pontang-panting berutang karena honornya belum diterima.

"Kemarin masih bisa berutang buat makan sama ongkos kerja, tetapi sekarang bingung mau pinjam uang ke mana lagi. Malu kalau pinjam sama orang yang sama," ujarnya.

Pria yang sudah menjadi PHL sejak 1987 itu terus memutar otak untuk bisa menghidupi keluarganya.

Ia berharap honor yang menjadi haknya itu bisa segera diberikan.

"Honor turun itu juga cuma numpang lewat. Soalnya sudah ditungguin untuk bayar utang," tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya