Warga DKI Diminta Ikut Aktif Tangkal Teror

Yanurisa Ananta
15/5/2018 08:00
Warga DKI Diminta Ikut Aktif Tangkal Teror
(ANTARA)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat Jakarta untuk ikut berperan aktif menangkal teror bom yang terjadi akhir-akhir ini. Alih-alih menyebarkan berita bohong (hoaks) masyarakat diminta untuk melaporkan setiap informasi dan tanda-tanda yang mencurigakan.

"Bila menemukan tanda-tanda mencurigakan. Jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoaks. Tapi, laporkan kepada aparat terdekat. Minimal bisa langsung melapor kepada Ketua RW/RT yang nanti langsung akan dilaporkan," imbuh Anies, Senin (14/5).

Sebelumnya, beragam kabar teror bom bermunculan, Senin (14/5) pagi di wilayah DKI Jakarta. Salah satunya kabar teror bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang ternyata hoaks. Menurut Anies, berita tersebut hanya akan menciptakan kecemasan.

"Mari kita hindari memunculkan kecemasan, justru memunculkan ketenangan dan bila ada yang mencurigakan laporkan kepada aparat. Jangan Justru malah disebarkan sebagai berita yg menimbulkan ketidaktenangan," pintanya.

Kendati demikian, secara umum, lanjut Anies, Jakarta terbilang aman terkendali. Komunikasi dari beragam institusi keamanan terus terhubung. Masyarakat diminta waspada. Gubernur Anies pun mengaku sudah berkomunikasi intensif dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Sampai dengan tadi pagi kita masih komunikasi terus. Bahkan tidak lama sebelum saya datang saya bicara dengan Pak Kapolda, memantau perkembangan terakhir," kata Anies, Senin (14/5).


Mal aman

Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di lain sisi mengimbau masyarakat Ibu Kota tidak perlu takut datang ke pusat perbelanjaan atau mal. Karena dipastikan mal di Jakarta akan dijaga ekstra ketat.

"Kita pastikan fasilitas publik termasuk mal terpantau. Belum ada laporan yang mencurigakan," ujar Sandi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/5).

Menurut dia, jika terjadi, masyarakat mengurungkan niatnya ke pusat perbelanjaan, perekonomian bakal melemah. Padahal, Sandi berharap perekonomian warga Ibu Kota melonjak menjelang Lebaran.

"Apalagi kalau mal kan bergantung pada ekonomi dan bisa mengganggu lapangan pekerjaan. Jangan sampai juga nanti memberatkan kita terutama memasuki bulan suci Ramadan," ujar Sandi.

Sempat beredar pesan berantai memperingatkan masyarakat agar tidak mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan seluruh anggota di wilayah hukum Polda Metro Jaya bersiaga terkait ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jatim.

"Keamanan status kesiapsiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status siaga satu," kata Irjen Polisi Idham Azis di Jakarta, Minggu (13/5).

Adapun pengawasan di Jakarta ditingkatkan menjadi Siaga 1 setelah terjadinya aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (14/5).

Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, di Jl Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI), di Jl Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jl Arjuna pada Minggu pagi. Malam harinya, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.  (Ssr/Ant/X-6)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya