Ada 30 Rumdin TNI AD yang Harus Dikosongkan

Yanurisa Ananta
09/5/2018 14:53
Ada 30 Rumdin TNI AD yang Harus Dikosongkan
(ANTARA)

KERICUHAN sempat mewarnai pengosongan sejumlah rumah di Asrama Kodam Jaya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pagi ini. Sejumlah warga menolak rumah mereka dikosongkan oleh prajurit TNI. Namun, pengosongan rumah terus berlanjut hingga siang hari tanpa perlawanan lanjutan.

Asisten Logistik Kodam Jaya Kolonel Tri Hascaryo mengatakan, total ada 30 rumah yang harus dikosongkan karena dihuni oleh pihak yang tidak berhak. Hari ini ada 10 rumah yang dikosongkan, selanjutnya masih ada puluhan yang akan dikosongkan dari 300-an rumah yang ada. Semua dilakukan bertahap.

"Hari ini ada 10 rumah. Sementara sisanya akan kita lakukan secara bertahap. Tapi tidak dalam seminggu ini," katanya, Rabu (9/5).

Sejumlah warga sudah mengetahui bahwa sejumlah rumah di kawasan permukimannya akan dikosongkan oleh prajurit TNI. Pada dini hari warga sudah melakukan aksi bakar ban di sekitar area. Bentrokan sempat terjadi antara warga dan aparat TNI. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, dua orang dipastikan mengalami luka-luka.

Terkait hal itu, Tri Hascaryo menyebut tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI saat eksekusi dilakukan. Korban luka-luka disebabkan lemparan batu saat bersitegang.

"Tidak ada. Banyak pelemparan batu saja dari masyarakat. Namanya juga mereka sedang emosi," tuturnya.

Tri menjelaskan, rumah-rumah tersebut kini ditempati oleh anak-anak mantan anggota TNI. Semuanya pun sudah melalui proses sosialisasi, termasuk pemberian surat peringatan (SP) sampai SP 3.

"Yang sekarang menempati itu kan anak-anaknya. Kalau orangtuanya (masih ada) enggak mungkin kita usik. Ada bapaknya, ada ibunya. Enggak mungkin kita usik. Tapi kalau orangtuanya sudah meninggal semua ini yang perlu kita ambil alih,"ujarnya.

Pemberian SP sudah dilakukan sejak tahun lalu, tepatnya 17 Maret 2017. Sementara, SP 3 diberikan pada 2 Juni 2017. Pihaknya pun siap bila memang barang-barang warga hendak dikirim ke rumah sementara warga yang rumahnya dikosongkan.

"Kalaupun mereka punya rumah misalnya di Bogor dan di Bandung. Kita siap antarkan. Jadi semua hak mereka kita perlakukan secara manusiawi. Kita penuhi," ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya