Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN penyelidikan, polisi menaikkan status perkara meninggalnya M Rizky Syahputra, 13, saat antre sembako di Monas akhir pekan lalu menjadi penyidikan. “Dalam klarifikasi yang kami terima dari penyidik Subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sudah ada laporan yang dibuat Polsek Gambir. Dari laporan ini, kasus Rizky dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” kata Muhammad Fayyad, kuasa hukum Komariah, orangtua M Rizky Syahputra, saat ditemui di Kantor Polda Metro Jaya, Sabtu 5/5).
Dia menambahkan, pihak penyidik diwakili Komisaris Hendro mengatakan autopsi dapat dilakukan pada jenazah Rizky tanpa persetujuan keluarga korban. “Ini kasus besar, dengan atau tanpa persetujuan keluarga, polisi dapat melakukan autopsi,” ujar Fayyad.
Selain Rizky, korban tewas lain dalam bagi-bagi sembako di Monas ialah Mahesa Junaidi, 13. Keluarga korban mengikhlaskan kepergian anak lelaki itu. Hal itu diungkapkan Djunaedi, 41, ayah almarhum Mahesa Junaidi yang juga datang ke Kantor Polda Metro Jaya. “Saya dan istri sebagai orangtua, dan keluarga besar sudah mengikhlaskan,” kata Djunaedi.
Djunaedi ke Kantor Polda untuk dimintai keterangan, bukan untuk melaporkan kasus anaknya. “Keluarga tidak akan melapor dan melanjutkan kasus itu ke polisi,” tegasnya.
Dia menambahkan, anaknya pergi ke Monas dalam keadaan sehat. Mahesa diajak temannya untuk ikut antre sembako. “Anak saya dan temannya bernama Akmal saat antre saling berpegangan tangan. Karena berdesak-desakan, Akmal terjatuh. Mereka terpisah,” ungkapnya.
Dari laporan Akmal, Mahesa yang hilang di Monas membuat orangtuanya panik. Djunaedi pun menyusul ke Monas dan mencarinya sampai malam. Namun, ia tidak menemukan Mahesa. Bahkan, sepeda motor yang diparkir di sekitar Monas hilang. Ia kemudian mendapat kabar bahwa anaknya ada di RS Tarakan dalam keadaan tidak bernyawa. Mahesa meninggal akibat pembuluh darahnya pecah setelah mengalami dehidrasi dan demam tinggi. Sepeda motor Djunaedi ditemukan seminggu kemudian oleh polisi.
Penyelidikan polisi pada kasus bagi-bagi sembako di Monas tidak menyinggung siapa yang mendanai. Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. “Penyelidikan soal pelaksanaan kegiatan di Monas seperti apa. Apakah sudah dapat izin dari pemda. Kedua anak itu matinya di mana, ditemukan di mana, yang antar ke rumah sakit siapa, siapa dokternya,” kata Argo. (TS/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved