Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Car Free Day (CFD) di sekitaran Jalan Sudirman - Thamrin Jakarta setiap Minggu memberikan manfaat cukup besar bagi masyarakat. Akan tetapi, mereka berharap tidak ada unsur politik di ajang itu yang pada ujungnya menimbulkan keributan.
Seperti diungkapkan Abdul,50, seorang penjual minuman. Setiap hari Minggu ia hanya berjualan di sekitar arena CFD dari pagi sampai siang semua minumannya terjual habis. Berbeda dengan hari biasa, ia berjualan hingga ke daerah Jakarta Timur. Itu pun dari pagi sampai malam belum tentu habis terjual.
"Kalau hari Minggu saya cuma jualan di CFD saja, siang sudah habis. Keuntungannya cukup besar. Beda kalau hari biasa harus jualan keliling dari pagi sampai malam, ke Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, sampai Jakarta Timur, belum tentu habis," kata Abdul, hari ini.
Setiap CFD, katanya, memang daerah itu sangat ramai dikunjungi masyarakat. Ada yang sekedar jalan-jalan, berfoto-foto, ada pula yang berolahraga. Kebanyakan yang datang membawa keluarga ataupun teman-temannya.
"Kebanyakan beli air mineral, tapi banyak juga yang beli minuman kopi, teh, susu diseduh air panas. Saya keliling dari ujung ke ujung sepanjang Thamrin - Sudirman,"ujar pria yang mengaku sudah 11 tahun berjualan.
Beberapa waktu lalu, Abdul mengaku mengetahui adanya kasus intimidasi di area CFD saat ia berjualan. Ia beranggapan keributan yang muncul waktu CFD karena disusupi unsur politik, seperti pemakaian kaos bertagar.
"Mestinya tidak usah ada politik-politikan, jadi aman dan lancar seperti sebelumnya,"kata Abdul.
Sutarman, seorang tukang ojek mengatakan, tiap hari Minggu ia banyak menerima order untuk mengantar orang yang hendak berkunjung ke area CFD. Sejak pagi hingga siang, ia bisa mengangkut empat hingga lima penumpang menuju CFD. Juga sebaliknya dari CFD hendak pulang ke rumahnya.
"Bisa empat sampai lima kali angkut ke CFD. Soalnya disini ramai. Mereka juga tidak boleh bawa kendaraan, jadi naik ojek lalu jalan kaki kesana,"kata Sutarman.
Adi,25, seorang warga Jakarta Selatan mengaku kerap ke CFD tiap Minggu untuk sekedar jalan-jalan bersama teman-temannya. Ia berharap ajang CFD bebas dari politik sehingha tidak muncul masalah.
"Sebaiknya tidak usah ada politik, pakai kaos tagar-tagar, sehingga saling ribut begitu,"kata Adi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved