Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPULAUAN Seribu termasuk 10 destinasi pariwisata prioritas nasional untuk dikembangkan bersama pemerintah daerah setempat. Pengembangan industri pariwisata di Ke-pulauan Seribu umumnya berkaitan dengan wisata alam.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Budaya Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia, menyebutkan Kepulauan Seribu memiliki dua tipe yang melayani banyak segmen. Dua segmen utama ialah jasa wisata kelas menengah ke bawah dan menengah ke atas.
Kepulauan Seribu menyediakan tempat kamping khusus untuk kalangan wisatawan mengengah ke bawah. Sementara kalangan menengah ke atas bisa menikmati atau menggunakan resor-resor.
“Kita masih mengandalkan wisata air, bahari. Seperti snorkeling, diving, main air, mancing. Umumnya sama kalau kita berwisata ke Lombok,” kata Cucu, pekan lalu. Walupun terus berkembang, iklim wisata Kepulauan Seribu masih menghadapi kendala kekurangan sarana dan prasarana penunjang. Yang paling dibutuhkan adalah transportasi yang masih sangat terbatas.
Saat ini, hanya ada dua pelabuhan untuk mengakses wilayah yang terletak di sebelah utara Jakarta itu yakni Muara Angke dan Marina Ancol. Pelabuhan Muara Angke umumnya diakses wisatawan menengah ke bawah, sedangkan yang Marina Ancol menengah ke atas. Pun jadwal pemberangkatan di Marina Ancol yang bersifat reguler hanya ada sekali dalam sehari.
“Kalau bisa ada dua atau tiga kali keberangkatan sehari, mungkin semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu,” tandasnya. Kendala lain, akses transportasi antarpulau di Kepulauan Seribu masih sangat minim. Investasi moda transportasi air antarpulau cukup menjanjikan. Selama ini, wisatawan yang menginap di Pulau Pramuka, stagnan di pulau itu, tidak bisa melancong ke pulau lain, misalnya ke Pulau Harapan.
Banyak pulau yang punya potensi untuk dikembangkan, baik pulau berpenduduk maupun yang dikelola perorangan (privat). Saat ini ada tujuh pulau dikelola perorangan memiliki resor yakni Pulau Pantara, Pulau Macan, Pulau Putri, Pulau Pelangi, Pulau Sepa, Pulau Ayer, dan Pulau Bidadari.
Sementara pengembangan pulau-pulau berpenduduk juga sudah bagus. Seperti Pulau Tidung yang tengah berbenah dengan infrastruktur lebih mudah diakses dan banyak variasi wisata baru. Yang masih perlu diperbanyak antara lain sarana penunjang seperti restoran, penginapan, dan pusat informasi.
Anggaran pengembangan wisata di Kepulauan Seribu tahun ini sebesar Rp13 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp2 miliar dari tahun sebelumnya, namun dianggap masih sangat kecil. Cucu mengungkapkan jumlah kunjungan wisatwan ke Kepulauan Seribu pada 2017 mencapai 871.164, terdiri dari 842.762 ribu wisatawan nasional dan 28.402 wisatawan mancanegara. Tahun sebelumnya kunjungan 807.307 orang.
Perhatian lebih
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, menyebutkan industri pariwisata Kepulauan Seribu sangat menjanjikan. Pada 2013, industri ini menyumbang 16.384 wisatawan mancanegera, naik dari 4.627 pada 2012. Devisa yang dihasilkan mencapai US$16,3 juta. Untuk proyeksi 2019, pemerintah menargetkan 500.000 wisman dengan devisa US$500 juta. Nilai investasi ditetapkan sebesar US$1,020 juta.
Secara terpisah, Musleh Micky, Ketua Asosiasi Wisata Kepulauan Seribu, mengungkapkan dalam kurun 17 tahun, baru kali ini ada keseriusan dalam pembangunan dunia pariwisata di Kepulauan Seribu. “Warga Kepulauan Seribu siap menyambut demi kemajuan perekonomian kami dan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian lebih dan membantu warga lokal yang bergerak pada kegiatan pariwisata agar dapat bersaing. Fasilitas pendukung kegiatan wisata di Kepulauan Seribu, cetusnya, masih banyak yang harus dibangun. Tapi, ia mengingatkan fasilitas transportasi yang dikelola masyarakat lokal jangan sampai hilang dengan adanya pembangunan pariwisata.
Penginapan dan sumber daya manusia masih sangat membutuhkan sentuhan pemerintah. “Pelatihan SDM pun perlu ditingkatkan agar kami mampu ikut sebagai pelaku wisata dan bukan jadi penonton di tempat kami tinggal,” kata Micky. Setiap pulau yang menjadi destinasi wisata di pulau permukiman Kepulauan Seribu memiliki karakter tersendiri. Bantuan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan tersebut.
“Wisata diving, snorkeling, mancing, dan jelajah pulau yang selama ini kami lakukan mendapat kunjungan banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kami selalu mendapatkan pertanyaan dari mereka, kenapa fasilitas untuk wisatawan mancanegara kurang memadai,” imbuhnya.
Saat ini, kata Micky, masyarakat lokal membuat konsep wisata baru yakni mengangkat budaya dan religi di Pulau Panggang. Salah satu alasannya karena pulau itu yang paling pertama punya penduduk di Kepulauan Seribu. “Sebelum Gunung Krakatau meletus warga di Pulau Panggang sudah ada. Hal inilah yang ingin kami jadikan situs wisata budaya dan religi. Semoga pemerintah pusat dapat membantu mengembangkan wisata budaya dan religi Kepulauan Seribu agar hidup dan diminati,” pungkasnya. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved