Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin dengan selesainya proyek mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) Jakarta dan light rail transit (LRT) atau kereta api ringan, Jabodetabek akan bebas macet. Ditargetkan, proyek-proyek tersebut selesai pada 2023.
"Kota besar seperti Jakarta akan menjadi tidak macet kalau ada transportasi massal terdiri dari MRT, LRT, BRT (bus rapid transit), (kereta) commuter. Kita targetkan pada 2023-2024 Jakarta sudah enggak macet," ujar Budi saat meninjau proyek LRT Jabodebek di Depo LRT Pancoran Jakarta, kemarin.
Dengan terintegrasinya seluruh angkutan massal itu, menurut Budi, masyarakat Jabodetabek bakal beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
"Hingga bisa menampung mungkin tidak 1 juta lagi, tapi bisa 4 juta, 5 juta, bahkan 8 juta (penumpang). Ini keniscayaan," jelasnya
Meski demikian, Budi tidak bisa menyebut berapa persentase penurunan kemacetan akibat transportasi massal tersebut. Hanya saja, dengan transportasi massal yang terintegrasi, waktu tempuh bisa berkurang.
"(Contoh) dari Bintaro (Tangerang) ke pusat kota (Jakarta) bisa kurang dari 1 jam," ucapnya.
Untuk itu, Menhub Budi, meminta proyek pekerjaan LRT Jabodebek bisa selesai tepat waktu dan bisa diuji coba pada pertengahan 2019. Jadi, pada akhir 2019 LRT Jabodebek bisa mulai beroperasi.
"Saya minta ke Adhi Karya jangan memundurkan target waktu karena angkutan massal sangat dibutuhkan," ujar Budi.
Meski demikian, Budi mengingatkan agar dalam melakukan pekerjaan proyek LRT tetap mengutamakan keselamatan. Ia tidak ingin mendengar adanya kecelakaan di proyek senilai Rp29,9 triliun tersebut. "Jangan sampai ada accident di sana," tegasnya.
Harga tiket
Terkait dengan LRT, Budi mengaku belum ada kepastian harga tiket. Saat ini harga tiket masih dalam perkiraan sekitar Rp12 ribu.
"Itu subsidi. Harga sebenarnya Rp25 ribu. Ada subsidi 50%," pungkasnya.
Sejauh ini Budi menilai kemajuan proyek LRT Jabodebek sangat baik. Bahkan progres 37% hingga akhir April melebihi target 2%. Jika memungkinkan, Budi meminta Adhi Karya bisa lebih cepat menyelesaikannya agar kemacetan dari dan menuju Jakarta bisa terurai.
"Kebutuhan kita dengan LRT tinggi sekali. Contoh perbaikan lalu lintas yang kita lakukan di Cibubur banyak sekali yang (beralih) pakai bus, nanti kalau (LRT) sudah jadi, bisa digunakan," pungkasnya.
Direktur Sumber Daya Manusia PT Adhi Karya (persero) Tbk Agus Karyanto mengatakan kemajuan proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 37%. Dengan kemajuan itu, ia yakin proyek tersebut akan mulai diuji coba pada pertengahan 2019.
"Target tetap di pertengahan 2019 kita sudah running test. Kita sudah koordinasi dengan Inka dan KAI," ujar Agus dalam presentasinya kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Depo LRT Pancoran, Jakarta, kemarin.
Untuk lintas Cawang-Cibubur, Agus menyebut kemajuan proyek sudah mencapai 60%. Progres lintas Cawang-Dukuh Atas sudah mencapai 22% dan Cawang-Bekasi Timur sudah 40%.
"Yang belum bisa dikerjakan Depo Bekasi Timur. Ada 11 hektare yang dalam proses pembebasan lahan. Diharapkan Mei sudah tuntas," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved