Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengaku kebingung-an mengatur ojek online (daring) yang kerap mangkal di pinggiran jalan. Sebab, filosofi awal keberadaan mereka ialah tanpa pangkalan. “Justru saya memperta-nyakan bos ojek daring serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dulu kan filosofinya supaya tidang mangkal. Sayangnya, kita tidak punya tanggung jawab di sini,” kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah, kemarin.
Andri mengaku pihaknya sudah bersurat sebanyak empat kali kepada Menkominfo Rudiantara, terkait hal ini. Namun, hingga kini belum ada solusi. Andri pun serbasalah karena bila ia menyediakan lahan parkir bagi ojek daring, ia sudah keluar dari filosofi awal ojek daring. “Alamat salah saya kalau kita kasih lahan parkir. Kalau dikasih pangkalan, nanti bentrok lagi sama ojek pangkalan,” tuturnya.
Kendati demikian, lanjut Andri, bukan berarti Dishub DKI tidak menertibkan pangkalan ojek di Jakarta. Namun, pe-nertiban tidak menggunakan istilah khusus kepada pangkalan ojek daring melainkan penertiban secara umum, yakni kendaraan dilarang parkir di bahu jalan. “Kita bukan penertiban ojek daring, tapi pelanggaran lalu lintas. Memang tidak bisa ditertibkan secara keseluruhan,” imbuh Andri.
Keberadaan ojek daring sebagai teknologi yang memudahkan mobilitas masyarakat sudah kian menjamur. Andri menyebut, 50% dari seluruh kendaraan motor di Jakarta bergabung ke perusahaan transportasi daring.
Tidak terganggu
Sejumlah warga yang kawasan permukimannya kerap dijadikan tempat pangkalan ojek daring mengaku tidak terganggu. Pasalnya, keberadaan mereka yang dekat rumah justru membantu mendapat transportasi daring dengan cepat tanpa harus menunggu lama.
“Ada pangkalan ojek daring di dekat rumah saya, bahkan di depan rumah saya saya tidak merasa terganggu. Malah senang karena pick-up-nya jadi mudah. Saya jadi tidak perlu menunggu lama,” kata Mohammad Yusuf, warga Kompleks Sandang, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin. Di dekat rumahnya ada Universitas Bina Nusantara. Setidaknya ada tiga titik pangkalan ojek daring. Kebanyakan dari pengemudi ojek daring berkumpul di warung mi atau di perempatan tak jauh dari kantor Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.
Pangkalan ojek daring tidak hanya meraja di permukiman. Mereka juga tampak di pinggiran jalan besar seperti di area Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Kerap berkumpul di depan gedung-gedung hotel atau perkantoran dengan alasan memudahkan mereka mengantar dan menjemput pekerja. Santi, 35, seorang pekerja di area Sarinah juga mengaku justru terbantu dengan keberadaan mereka. Tidak perlu menunggu lama lagi. (Aya/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved