Kasus Facebook Butuh Investigasi Lebih Dalam

Tosiani
19/4/2018 11:24
Kasus Facebook Butuh Investigasi Lebih Dalam
(AFP)

PENYELIDIKAN polisi pada kasus bobolnya data pengguna facebook Indonesia hingga saat ini masih belum tuntas. Diperlukan investigasi lebih mendalam untuk kasus ini.

Demikian disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono, Kamis (19/4), di Jakarta. Pemanggilan itu kata Ari Dono masih dalam rangka penyelidikan. “Ramai ya di media seperti itu, jadi kita ingin melihat, sebenarnya seperti apa. Jadi kegiatan kita masih penyelidikan,” kata Ari Dono.

Sejauh ini, menurut Ari, pihaknya belum menerima pengaduan masyarakat terkait kebecoran data tersebut. Keberatan-keberatan pun belum ada yang mengutarakan. Karena itu, pihak Bareskrim masih mencari tahu apakah ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

“Sampai sekarang juga belum ada pengaduan, yang keberatan juga belum ada. Tapi melihat kalau ada tidaknya pengaduan, siapa dalam hal ini yang dirugikan, kemudian peristiwanya seperti apa, ada gag itu peristiwa pidananya,” kata Ari.

Kasus dugaan kebocoran data pengguna facebook Indonesia ini memang lebih rumit. Karenanya, Bareskrim perlu melakukan investigasi lebih mendalam terkait kasus ini. Investigasi bisa dilakukan dalam versi terbuka, dan versi tertutup.

“Sehingga kita perlu melakukan investigasi. Investigasi itu bisa terbuka bisa tertutup tertutup. Kalau yang kemarin kita lakukan adalah mengundang untuk ingin tahu apa yang dikerjakan fesbuk ini sebenarnya,” kata Ari.

Sebelumnya, pada Rabu (18/4) perwakilan facebook Asia yang berkantor di Asia bersama perwakilan facebook Indonesia datang memenuhi panggilan polisi di Kantor Bareskrim Cyber di Kawasan Cideng, Tanah Abang, jakarta.

Fokus pemeriksaan Bareskrim pada Rabu pada pihak facebook, menurutnya, terkait aplikasi-aplikasi yang dibuat sehingga orang tertarik membuka identitas dirinya ke publik. Dengan aplikasi itu berarti siapa saja yang bersangkutan sudah siap mempublish pribadinya. Kemudian dipakai oleh orang lain untuk kepentingan lain.

“Itu yang kita masih teliti. Itu aja sih sebenarnya. Namanya penelitian, penyelidikan, kita tidak mungkin bisa buka. Isi penyelidikan kita tidak bisa kita buka,”ujar dia.

Langkah selanjutnya, lanjut Ari, pihaknya akan meminta keterangan pihak-pihak lain yang terkait.

“Langkah ke depan, mau cari keterangan-keterangan lagi, beberapa orang yang mungkin ada disitu kita mintai keterangan. Yang datang kemarin perwakilan fesbuk Asia yang ada di Singapura, dengan perwakilan Indonesia.” (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya