Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRES Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Indra Jafar, menjelaskan, distributor minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan beberapa orang di Jakarta Selatan diduga berkaitan dengan kasus serupa yang menimbulkan korban di Jakarta Timur, Bekasi, dan Kota Depok.
Hal itu diketahui seusai pihaknya menangkap RS, penjual miras oplosan. Dari hasil pemeriksaan terhadap RS, pihaknya menduga asal muasal barang itu satu tempat. Dari sana miras oplosan didistribusikan ke sejumlah tempat sehingga menewaskan peminumnya di beberapa wilayah.
"Tersangka RS ngakunya dia yang mengoplos, tapi saat ini kita kembangan di mana dia membeli atau distributornya di mana. Kami sudah coba selidik di wilayah Bekasi. Nanti akan kami dalami karena ini sangat berbahaya kalau disebarkan dan akan ada korban-korban berikutnya lagi. Ini kami lagi koordinasi, yang Depok, Bekasi, Jaktim, bisa saja distributornya satu," kata Indra, kemarin.
Selain di Jakarta, miras oplosan memakan korban hingga daerah, seperti Bandung. Indra menjelaskan, kasus itu bisa saja masih berhubungan.
Sebelumnya, miras oplosan tersebut sudah merenggut 31 korban jiwa di Jakarta, Depok, dan Bekasi, sedangkan belasan warga kritis di rumah sakit.
Terkait dengan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan, fenomena miras oplosan seperti yang ditunjukkan di big data cukup masif dalam beberapa bulan ke depan.
"Ini dipicu dengan tingkat tingginya stres dari masyarakat dan orang dengan gangguan kejiwaan," ujar Sandi, kemarin.
Laporan di tingkat kecamatan yang ia dapat menunjukkan di tiap kecamatan di DKI Jakarta ada sekitar 15-20 pesta miras oplosan saban akhir pekan. Sandi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved