Sistem ERP di Jalan Margonda hanya Mimpi

KG/J-2
11/4/2018 08:20
Sistem ERP di Jalan Margonda hanya Mimpi
(MI/Bary Fathahilah)

JALAN berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, sulit diterapkan karena minimnya akses jalan pengalihan kendaraan di sana.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Depok, Ari Manggala, kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Ari, ERP sebagai solusi kemacetan di Jalan Margonda Raya belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Kalaupun dilakukan uji coba, hasilnya sia-sia. Selain panjang jalan yang pendek dan banyak simpangan, sepanjang jalan Margonda Raya juga sudah dikaveling dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Depok untuk pusat bisnis dan perkantoran.

"Penerapan ERP di Jalan Margonda Raya bakal menimbulkan dampak sosial terhadap masyarakat, terlebih bagi pengguna kendaraa karena jalan-jalan pendamping Margonda Raya dari timur dan barat tidak ada hingga kini," ungkap Ari.

Artinya, lanjut Ari, mereka yang bergerak dari timur, seperti Simpang Depok, Jalan Tole Iskandar, dan Jalan Siliwangi, menuju arah Sawangan harus lewat Jalan Margonda Raya. Begitu sebaliknya, kendaraan yang bergerak dari barat, seperti Sawangan, Jalan Nusantara, dan Jalan Dewi Sartika, menuju Cimanggis, Jalan Raya Bogor, juga harus lewat Jalan Margonda Raya.

"Berdasarkan kajian kami, sepertinya tidak memungkinkan sistem jalan berbayar diterapkan di Jalan Margonda Raya. Jelasnya, bisa menimbulkan hambatan penurunan kinerja ruas Jalan Margonda Raya," ujar Ari.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya