Puluhan Tahun di Lahan Fasum, Kini Saya Pasrah...

Akmal Fauzi/Indriyani/J-3
04/4/2018 10:30
Puluhan Tahun di Lahan Fasum, Kini Saya Pasrah...
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)

KECEMASAN melanda Sariati, 59, setelah rumahnya di RW 05 Taman Kota, Kembangan, ludes terbakar pada pekan lalu. Sariati tak hanya cemas akibat kehilangan tempat tinggal, tetapi juga karena tak punya bukti kepemilikan lahan yang ia tempati sejak 1981 itu.

"Saya melihat ada orang lain yang membangun rumah. Jadi, saya ikut-ikutan saja," kata Sariati saat ditemui di posko pengungsian, kemarin.

Kala itu, Taman Kota hanyalah sebuah lahan kosong. Ia mengaku tahu lahan tersebut merupakan tanah tidak bertuan. Namun, ia tetap mendirikan rumah yang akhirnya ia tempati puluhan tahun sampai dilalap api, Kamis lalu.

Meski tak punya sertifikat tanah, Sariati mengaku selalu membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Ia membayar sebesar Rp75 ribu per tahun. "PBB saya lunasi melalui koordinator di sini," imbuhnya, Kooridinator yang dimaksud ialah orang berseragam kelurahan.

Kini ia hanya pasrah pada nasib, tak tahu lagi mau tinggal di mana. Impitan ekonomi membuatnya tidak bisa menggontrak, membeli, atau membangun rumah lagi.

"Kalau bantuan makanan dan pakaian, sudah cukup. Saya cuma butuh tempat tinggal. Entah pemerintah mau kembali membangun rumah saya di lokasi bekas kebakaran, atau direlokasi ke rumah susun. Keduanya saya setuju. Yang penting punya tempat tinggal," tuturnya lirih.

Bukan Sariati sendiri yang bernasib demikian. Dua ribuan warga korban kebakaran di kawasan itu kini masih diselimuti keresahan yang sama. Wati, 45, yang tinggal di sana sejak 1988 mengaku tak punya sertifikat juga. "Ya, pemerintah harus tetap memberikan bantuan. Bagaimanapun saya masih warga Jakarta," ujarnya.

Camat Kembangan Agus Ramdani membenarkan bahwa lokasi lahan yang dilanda kebakaran itu tak besertifikat. Lahan itu awalnya milik PT Taman Kota yang diperuntukkan fasilitas umum (fasum) yang diserahkan ke Pemprov DKI. "Setahu saya itu sudah dihibahkan. Cuma nanti saya masih pastikan. Yang jelas itu fasum," kata Agus.

Lahan seluas 1 hektare itu digarap warga jadi permukiman sudah sejak puluhan tahun lalu. Di antaranya, 122 rumah pribadi dan 185 rumah kontrakan yang kemarin ludes terbakar. "Di luar rumah yang jadi korban kebakaran itu, ada rumah lainnya yang menempati lahan tersebut," ujarnya.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan telah memberikan bantuan berupa barang senilai Rp735 juta. Ihwal nasib warga yang menempati lahan fasum itu, ia telah memerintahkan Asisten Deputi Pengendalian Permukiman DKI Jakarta untuk melaporkan kondisi itu kepada Gubernur.

"Intinya kebijakan apa pun yang akan diambil oleh pihak pemerintah Jakarta, tidak merugikan rakyat. Jangan sampai rakyat sesangsara dengan musibah ini," ujar Idrus.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya