Pemprov DKI Harus Tindak Tegas Industri di Permukiman Padat

Akmal Fauzi
02/4/2018 18:55
Pemprov DKI Harus Tindak Tegas Industri di Permukiman Padat
(ANTARA/HASAN SAKRI GHOZALI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta diminta menindak tegas industri liar di permukiman padat. Pengawasan yang lemah membuat ancaman bagi masyarakat lantaran kebakaran di pemukiman padat kerap terjadi karena kehadiran industri ini.

"Pemerintah tak cepat tanggap mengawasi kawasan pemukiman dan industri di sekitarnya. Seharusnya di cek benar nggak ada izinnya," kata Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menanggapi peristiwa kebakaran di Jakarta Barat, Senin (2/4).

Sebelumnya, kebakaran terjadi di dua lokasi di Jakarta Barat dalam sepekan terakhir. Kebakaran terjadi di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, pada Kamis (29/3) dan Jembatan Besi pada Minggu (1/4). Dari penyelidikan polisi, sumber api di dua tempat itu berasal dari industri konveksi.

Yayat menyakini banyak industri di kawasan permukiman padat yang menyalahi aturan. Selain kerap memasang instalasi listrik secara sembarang, penyaluran listrik juga terkadang ilegal.

"Seharusnya disini pemerintah hadir, mengawasi dan menindak, serta memberikan sanksi bagi yang kedapatan tegas melanggar izin," jelas Yayat.

Melihat kondisi ini, Yayat menyarankan setelah mendapatkan pelanggar, maka industri itu wajib dipindahkan ke tempat aman.

Di lain sisi, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Subejo, tak menampik dengan kondisi itu. Ia menilai industri di kawasan permukiman padat menjadi sumber api paling rawan saat kebakaran.

Material yang mudah terbakar dan instalasi buruk, serta kurangnya APAR (alat pemadam api ringan) membuat kebakaran di permukiman padat sulit dipadamkan.

Karena itu, pihaknya melakukan himbauan dan penyuluhan terhadap warga. Dalam kesempatan itu pula Subejo selalu menekankan mengawasi intalasi listrik

"Ini yang kita ingatkan setiap kali mendatangi Tambora. Tak bosan saya ingatkan," ucap Subejo.

Hingga akhir 2017, Subejo menilai kebakaran di Jakarta tertinggi berada di Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2016 kebakaran hingga akhir 2017 mencapai lebih dari 40 kasus. Kasus ini menjadi tinggi jika dibandingkan dengan Tambora yang hanya mencapai 30 kasus saja.

"Ini yang perlu dibahas. Kita tidak bisa sendiri, perlu semua sektor dalam membahas ini," ucap Subejo.

Selain pada industri, sumber api kebakaran di Jakarta banyak terjadi di rumah semi permanen. Kondisi material yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat menyambar.

Meski demikian terhadap masalah industri, Subejo kerap menyampaikan kondisi itu saat rapim bersama dengan para wali kota dan instansi lainya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya