Pemprov DKI Jangan Cuma Galak ke Alexis

Akmal Fauzi
02/4/2018 18:35
Pemprov DKI Jangan Cuma Galak ke Alexis
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta diminta konsisten dalam menindak tempat hiburan yang melakukan pelanggaran seperti narkoba dan prostitusi. Pemprov DKI jangan terkesan lebih galak ke Alexis daripada tempat hiburan lainnya yang juga terbukti melanggar.

"Menindak jangan tebang pilih. Kalau ditemukan pelanggaran apalagi sudah cukup bukti harusnya jangan ragu. Jangan hanya terkesan galak di Alexis," kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/4).

Hal itu menanggapi sikap Pemprov DKI yang terkesan tidak mau terburu-buru menutup diskotek Exotic usai ditemukannya seorang pria tewas diduga overdosis (OD) akibat mengonsumsi narkoba di tempat itu.

"Alexis jelas janji kampanye gubenur (Anies Baswedan). Kira-kira konsisten nggak dia dengan tempat lainnya. Jika di sana (Exotic) terbukti ya jangan ragu," jelas Trubus.

Jika Pemprov DKI tidak inkonsisten, Trubus menilai hal itu bisa menjadi pertimbangan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso yang mau memberikan data 36 tempat hiburan di Jakarta yang dijadikan tempat peredaran narkoba jika Pemprov DKI komitmen mau menutupnya.

"Pak Buwas waktu itu kan bilang mau kasih data asal Pemprov DKI komitmen mau menutup. Jadi jangan membuat orang timbul rasa pesimistis (terhadap Pemprov DKI)," kata Trubus

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas di tempat hiburan malam, Exotic, Jalan Mangga Besar Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (1/4). Pria bernama Sudirman, 47, tewas diduga karena OD.

Diskotek Exotic merupakan satu di antara beberapa tempat hiburan malam yang sudah diberi peringatan oleh Pemprov DKI Jakarta lantaran ditemukan narkoba di dalamnya. Namun, sampai saat ini, tempat hiburan itu masih beroperasi.

Ihwal kasus pengunjung OD, tempat itu bukan pertama kalinya ditemukan. Pada Maret 2014, seorang pria ditemukan tewas karena OD diduga lantaran mengonsumsi ekstasi. Pada Oktober 2016, seorang ditemukan tewas diduga karena OD usai mengonsumsi narkoba di tempat itu. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya