Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARTIS Syahrini yang beberapa kali mangkir dari panggilan jaksa penuntut umum terkait kasus penipuan dan penggelapan dana biro perjalanan umrah atas terdakwa bos PT First Travel akhirnya mau bersaksi di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (2/4).
Dia datang ditemani manajer dan pengacara Hotman Paris Hutapea. Syahrini dipanggil jaksa penuntut umum dalam rangka memberikan kesaksian perihal keberangkatan umrahnya yang disebut dibiayai oleh First Travel.
Dari beberapa persidangan, Syahrini disebut-sebut salah satu artis yang diberangkatkan First Travel dengan nilai biaya Rp1 miliar lebih. Atas fakta tersebut, JPU pun meminta Syahrini untuk menjelaskan perihal kebenarannya.
Dalam sidang pemeriksaan saksi Senin, pelantun lagu ‘Sesuatu’ itu menyatakan dirinya tidak mengetahui perihal manajemen keuangan First Travel. Dia mengaku hanya berangkat dengan jasa travel milik Anniesa untuk umrah bersama 12 orang keluarganya.
Dia juga menampik anggapan soal endorsement (promosi lewat media sosial). Pasalnya, menurut dia, ada biaya yang dikeluarkan dan dibayarkan ke First Travel.
"Saya bayar tiket untuk 12 orang anggota keluarga saya sekitar Rp167 juta," katanya.
Dia juga mengaku tidak tahu banyak soal isi surat perjanjian antara manajemen dan First Travel. Menurutnya, isi surat perjanjian dibuat oleh manajemen bukan olehnya. Dia hanya bertugas mem-posting kegiatan di sana dengan tanda pagar yang sudah ditetapkan.
"Isi MoU itu manajer saya yang tahu, yaitu adik saya. Kalau saya hanya posting saja dua kali sehari di IG (Instagram) saya dengan hastag #firsttravel," tukasnya.
Dengan adanya sejumlah uang yang dibayarkan Syahrini pun menolak tegas disebut di-endorse. Menurutnya, jika dihitung profesional apa yang didapatnya tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya.
"Kalau dihitung untuk satu kali posting Rp150 juta, kalau dua hari berapa. Kalau sembilan hari harusnya saya dapat lebih dari Rp1 miliar,” katanya.
Syahrini juga mengaku tidak kenal dekat dengan Anniesa, salah satu tersangka penipuan First Travel. Dia hanya dua kali bertemu pada awal perkenalan dan ketika hendak berangkat umrah pada Maret 2017 lalu.
"Pertama saya kenal di Hotel Mulia dan dikenalkan dengan make up artist saya yaitu Benu. Disana ya biasa ya kalau baru kenal foto-foto. Selebihnya saya nggak banyak komunikasi. Yang banyak itu manajer saya dan Benu,” paparnya.
Pertemuan kedua kata dia saat hendak berangkat umroh dia bertemu dengan Anniesa di Hotel Sheraton di bandara. Di sana pun dia tidak banyak berkomunikasi. Dia memang sempat dikenalkan dengan Andika Surachman tapi tidak ada komunikasi lebih lanjut.
"Tidak terlalu intimate ya. Nggak komunikasi banyak. Dan yang saya tahu juga Anniesa itu adalah desainer baju muslim,” katanya.
Dirinya mengaku tak tahu banyak perihal uang Rp1 miliar yang disebut mengalir untuknya. Dengan tegas dia mengatakan bahwa tida ada satu perak pun uang yang dia terima dari First Travel.
"Tidak ada satu perak pun uang FT masuk ke Syahrini. Jadi bukan endorse. Dia bayar kok Rp197 juta untuk 13 orang. Yang ada di MoU itu tidak ada sama sekali masuk ke rekening. Itu hanya kalkulasi mereka (FT) seperti kalkulasi hotel, mobil," kata Hotman Paris. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved