Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Resmob Polda Metro Jaya mengatakan dari hasil penyelidikan terhadap Teza Iriawan, 23, kartu Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) yang dibawa olehnya saat aksi koboinya merupakan milik saudaranya.
Kartu Perbakin itu ditemukan saat melakukan penggeledahan di kendaraannya, usai melakukan aksi koboi di Tol Dalam Kota, tepatnya di depan Rumah Sakit Dharmais. Kanit I Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Malvino, mengatakan, kartu tersebut dipastikan bukan milik tersangka melainkan milik saudaranya Edwin.
"Itu punya saudaranya, namanya Edwin," ujarnya di Jakarta, Senin (2/4).
Lebih lanjut dikatakan, penyidik telah memanggil Edwin untuk dimintai keterangan atas aksi tersebut.
"Kami sudah layangkan panggilan, nanti akan periksa," imbuhnya.
Terkait dengan penyalahgunaan kartu anggota Perbakin, aparat hingga kini belum dapat memastikan kemungkinan penetapan tersangka terhadap Edwin.
"Tergantung dari hasil pemeriksaan nanti, apakah ini ada keterlibatan akan kami dalami dulu," terangnya.
Hingga kini, polisi masih memeriksa tersangka Teza Iriawan alias Eza, pengemudi mobil Fortuner hitam yang mengendarai kendaraannya secara ugal-ugalan yang selanjutnya sembari mengeluarkan senjata airsoft gun revolver.
Selain senjata tersebut, polisi juga temukan kartu anggota Perbakin. Selain itu, aparat juga sedang mendalami muasal senjata tersebut digunakan oleh tersangka.
"Itu izinnya, cuma bukan atas nama dia (Teza). Semua masih didalami termasuk senjata dan juga mobilnya," tuturnya.
Sebelumnya, aparat Polda Metro Jaya meringkus Teza lantaran menodongkan airsoft gun kepada pengemudi lain saat melintas di Tol Dalam Kota, Kamis (29/3) siang. Terkait aksi koboi tersebut, pemuda berusia 23 tahun itu terancam hukuman maksimal.
"Kita kenakan undang-undang darurat, maksimal 10 tahun," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, tidak ada intervensi dalam menangani kejadian ini. Aparat melakukan pemeriksaan sesuai dengan fakta yang ditemukan.
"Pemeriksaan, prosesnya terus berlanjut. Penyidik memeriksa siapa pun yang diduga terlibat seperti kepemilikan kartunya dan yang lainnya. Semua didalami," ungkapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved