Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH penandatanganan petisi 'Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar Tanah Abang' terus meningkat.
Berdasarkan data laman petisi warganet change.org, per hari ini, Jumat (30/3) pukul 15.17 WIB, tercatat sebanyak 74.097 orang menandatangani petisi yang dimulai sejak akhir Desember 2017 ini. Artinya, dibutuhkan kurang dari 1.000 tanda tangan lagi untuk sampai angka 75.000 yang ditargetkan.
"Wajib tanda tangan, udeh byr pajak buat menggaji gubernur,wakilnya dan tim tgupp nya masih tetap nggak bisa membawa jakarta ke arah yg lebih baik.mending copot saja dari jabatannya," tulis Arief Febriawan, salah satu penandatangan, dua hari yang lalu.
Setali tiga uang, hampir seluruh penandatangan kecewa dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menutup Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, demi memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL). Kebanyakan dari mereka menganggap kebijakan ini hanya untuk balas budi politik dengan melanggar aturan.
"Akal sehat harus tetap dijaga," ujar Teguh Ecko, dua hari lalu.
"Penataan yang dilakukan atas dasar balas budi politik dan merugikan pengguna jalan umum atas penutupan jalan tersebut," kata Denis Cristian, salah seorang penandatangan tiga bulan lalu.
Iwan M sebelumnya memulai petisi ini kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sesaat setelah penutupan Jalan Jati Baru dilakukan 22 Desember lalu. Adapun dimulainya petisi karena ia menilai penutupan jalan umum untuk PKL dinilai telah mencederai hukum yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Beberapa hari setelah petisi diluncurkan, tercatat 37.000 orang menandatangani petisi. Di hari berikutnya, angka semakin melambung menjadi 41.000 di bulan yang sama. Hingga saat ini, penandatangan petisi sudah mencapai 74.000 menuju 75.000. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved