Rifai Relakan Tubuhnya Terbakar demi Menyelamatkan Seorang Kakek

Akmal Fauzi
30/3/2018 17:15
Rifai Relakan Tubuhnya Terbakar demi Menyelamatkan Seorang Kakek
(MI/Akmal Fauzi)

BRUUUUKKK... Suara runtuhan pintu masuk di lantai satu salah satu rumah perumahan Taman Kota blok A1, Kembangan, Jakarta Barat, mengagetkan M Rifai Hadi. Akses keluar rumah dua lantai itu sudah tertutup kobaran api.

Padahal, saat petugas pemadam kebakaran sektor Kembangan itu masuk api belum terlalu besar. Di sampingnya ada seorang kakek yang baru dibawanya keluar dari lantai dua rumah.

Seketika, jaket pemadam (fire jacket) yang dikenakannnya dibuka. Pria berusia 37 tahun itu bermaksud memadamkan api dengan jaket yang dikenakannya agar bisa menembus kobaran api dan keluar dari rumah. Namun, api justru semakin membesar.

Tanpa banyak pikir, Rifai nekat menerobos kobaran api. Fire jacket miliknya diselimutkan ke kakek penghuni rumah itu. Ia kemudian me kakek renta itu. Rekannya, Novirahman, 38, yang persis di belakangnya sontak kaget dengan aksi Rifai. Novi saat itu menggendong seorang anak kecil, cucu dari kakek yang dibopong Rifai.

Mereka berhasil keluar, kakek dan anak kecil itu selamat. Namun, sekejur tubuh Rifai yang hanya mengenakan kaos terbakar. Sementara Novi yang masih berseragam lengkap mengalami luka bakar di kakinya.

"Rifai mengalami luka bakar 60% di tubuhnya. Sementara Novi 205, hanya kaki yang mengalami luka bakar," kata Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sektor Kembangan, Joko Susilo, menceritakan aksi heroik anak buahnya itu, Jumat (30/3).

Ia sempat bertanya kepada Novi, mengapa bagian kaki yang terbakar.

"Jusshhh. Jusshhhh, api itu ternyata menyembur dari bawah. Rumah itu seperti gudang lem, banyak kardus juga," kata Joko

Rifai dan Novi merupakan petugas yang datang pertama kali bersama delapan petugas lainnya. Ada tiga regu yang datang pertama kali saat mendengar kabar kebakaran, Kamis (29/3) sekitar pukul 18.40 WIB.

"Delapan orang menyelamatkan penghuni rumah, dua lainnya cari sumber air. Saat itu belum banyak yang terbakar.

Rifai dan Novi sebenarnya sudah berhasil menyelamatkan seorang nenek dan anak kecil penghuni rumah yang sama sebelum menyelamatkan kakek dan anak itu. Setelah keluar rumah, kedua korban itu mengatakan masih ada dua orang lainnya di dalam rumah.

"Waktu menyelamatkan pertama di rumah itu api belum besar. Saat menyelamatkan kakek dan anak itu api membesar, cepat sekali enggak sampai 10 menit," ujar Joko

Ia mengatakan Rifai telah menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusomo (RSCM) Jakarta Pusat. Sementara Novi keadaannya membaik dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Insani Parung.

"Untuk M Rifai Hadi, kondisinya membaik, usai dilakukan operasi di Lantai IV RSCM," ujarnya.

Ia mengapresiasi kedua anggota pemadam kebakaran yang bertugas sejak 2004 lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kinerja Rifai dan Novi saat mengevakuasi warga di Taman Kota, Jakarta Barat. Anies menyebut apa yang dilakukan para petugas pemadam kebakaran itu adalah teladan.

"Ini adalah pahlawan dia memilih untuk menyelamatkan warga meskipun tubuhnya terbakar dia betul-betul menyelamatkan," kata Anies saat meninjau lokasi kebakaran.

Kepala Seksi Operasional Kebakaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Rompis Romlih mengatakan akibat kebakaran itu, dua warga atas nama Ana, 42, dan Apo, 78, meninggal dunia.

"Korban diduga terjebak di dalam rumah. Diduga karena kena asap, kemudian terjebak di dalam rumah, tidak bisa keluar," kata Rompis

Dalam peristiwa itu, ada sekitar 400 rumah yang dihuni 2500 jiwa yang terbakar. Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan adanya tiang listrik tersambar petir mengeluarkan percikan api dan menyambar ke rumah warga.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dengan menurunkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

"Untuk mengetahui dimana titik bakar dan apa penyebabnya kenapa kebakaran begitu besar," ujar Hengki di lokasi kebakaran.

Berdasarkan keterangan yang ia terima, di lokasi kebakaran banyak terdapat home industri yang menyimpan barang mudah terbakar. Namun ia belum bisa menyimpulkan terkait penyebab kebakaran di wilayah ini.

"Dari keterangan warga ada konveksi, kemudian plastik, tinner, percetakan dan sebagainya. Kita masih dalami lagi," sebut Hengki.

Selain menyelidiki penyebab kebakaran, Hengki menjelaskan pihaknya juga membangun posko bantuan bagi korban kebakaran.

Posko itu terdiri atas bantuan makanan, tenaga medis hingga trauma healing yang dilakukan oleh para polwan.

"Kita dirikan posko di sekitar lokasi ada 3 posko. Kita memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan," kata Hengki. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya