Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian kembali menemukan adanya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka yang terkait dengan praktik prostitusi itu.
Berdasarkan informasi yang didapat penyidik Polda Metro Jaya, pada Selasa (13/2), ada empat unit kamar di Kalibata City yang disewa untuk pekerja seks komersial (PSK) melayani pelanggan. Setelah memintai keterangan kepada para PSK, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka.
"PSK sudah kami mintai keterangan, mereka tertangkap tangan saat melakukan kegiatan di sana," tutur Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indardi, di Polda Metro Jaya, Kamis (29/3).
Keempat tersangka ialah SL, 50, IP, 27, MP, 21, yang berperan sebagai mucikari menyiapkan pekerja seks komersial (PSK). Satu orang lainnya ialah petugas kebersihan di Kalibata City berinisial YP, 19. YP bertugas mengantarkan kunci kamar ke pelanggan jasa prostitusi.
"Kegiatan ini private, orang yang antar kunci ke pelanggan benar-benar sampai ke palanggan. Jadi selain pelanggan nggak bisa, pas masuk ke kamar udah ada PSK," jelas Ade Ary.
Kepada penyidik, para mucikari mengaku menyediakan layanan selama 1 jam dengan tarif Rp500 ribu dan layanan 9 jam dengan tarif Rp2,5 juta. Sementara harga sewa kamar dipatok Rp350 ribu.
Atas kasus ini, para tersangka terancam dijerat Pasal 506 KUHP dengan hukuman penjara 3 bulan, subsider Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan, subsider Pasal 1 Ayat 2 juncto Pasal 12 junto Pasal 13 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.
Bukan kali ini saya praktik prostitusi di Kalibata City terungkap. Sebelumnya, pada Januari lalu, Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap praktik prostitusi bermodus terapis di apartemen itu. Begitu pula pada 2016 lalu ketika polisi mengungkap adanya praktik prostitusi online di Kalibata City.
Ade menjelaskan, informasi yang didapat pihaknya pun berasal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan praktik prostitusi di apartemen itu. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved