Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KICK Andy Foundation bekerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) II menyerahkan 70 kaki palsu untuk masyarakat berkebutuhan khusus, di sekitar Bandara Internasional tersebut Rabu (23/1).
Kaki palsu yang diberikan secara cuma-cuma kepada 52 warga Kota Tangerang dan 18 warga Kabupaten Tangerang itu dilaksanakan di Gedung 600 Auditorium Bandara Soekarno Hatta.
"Mudah-mudahan kaki palsu ini dapat melengkapi fisik saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus dalam menjalani kehidupannya," kata Andi F Noya.
Sebab, kata Andi, tujuan utama dari program itu, ialah untuk meningkatkan semangat dan percaya diri warga berkebutuhan khusus dalam melanjutkan aktivitas.
"Kaki palsu ini tidak akan bermakna, jika jiwa kita tidak bangkit dari kondisi yang ada," kata Andi.
Sementara itu, Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, dalam program tersebut pihaknya sudah membagikan sekitar 433 kaki palsu terhadap warga di sekitar 13 cabang PT AP II. Dan rencananya jumlah tersebut akan ditambah, mengingat cabang PT AP II dalam waktu dekat akan bertambah dua, yaitu Cabang PT Angkasa Pura II Banyuwangi, Jawa Timur, dan Kertajati, Jawa Barat.
Adapun total anggaran yang sudah dikucurkan untuk bantuan kaki palsu di 13 cabang PT AP II itu, kata Awaludin, mencapai Rp1,25 miliar.
"Ini merupakan program yang cukup baik. Karena itu, ke depan kami berharap agar program tersebut dikembangkan, misal bagi-bagi sepatu, buku sekolah, atau kegiatan lain," kata Awaludin.
Karena dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PT AP II selalu berkomitmen melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
"Kami selalu berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan tersebut supaya keberadaan PT Angkasa Pura II bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya," lanjutnya.
Beberapa warga berkebutuhan kusus yang mendapat bantuan kaki palsu tampak merasa senang. Pasalnya, setelah beberapa tahun mengalami kekurangan, mereka bisa berjalan kembali seperti orang normal. Hal itu diakui oleh Nurdin, 40, warga Pisangan, Kecamatan Priok, Kota Tangerang, Banten. Bahwa sejak 2011 lalu ia mengalami kecelakaan kerja, tidak bisa menjalankan aktivitasnya seperti semula.
"Sejak itu saya hanya bisa mengajar mengaji, sehingga kehidupan sehari-hari selalu pas-pasan," kata bapak satu orang ini.
Namun, setelah bisa berjalan, kata Nurdin, ia berencana membuka usaha dagang keliling.
"Insya Allah saya akan usaha kembali sesuai dengan kemampuan saya," kata Nurdin. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved