Tempo: Masalah Kartun Sebaiknya Diselesaikan lewat Dewan Pers

Dhaifurrakhman Abas
16/3/2018 19:48
Tempo: Masalah Kartun Sebaiknya Diselesaikan lewat Dewan Pers
(Ist)

PEMIMPIN Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, menemui ratusan pedemo yang berasal dari Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), dan Alumni Presidium 212. Tempo dituntut permintaan maaf atas penerbitan karikatur edisi 26 Februari 2018.

Arif menuturkan, pihaknya tidak ada niat untuk melakukan penghinaan.

"Ini hanya menyoal perbedaan presepsi. Kartun berbeda dengan teks. Karena kartun itu multitafsir," kata Arif, di Kantor Majalah Tempo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).

Arif menegaskan, apa yang telah dilakukan oleh jajaran redaksinya pada Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018 telah mengikuti etika dan kajian jurnalistik. Sehingga, apabila ada pihak yang merasa dirugikan, sepatutnya diselesaikan berdasarkan kaidah jurnalistik.

"Dalam hal ini Dewan Pers," tutur dia.

Arif tidak menyoalkan sikap FPI ataupun pihak lain yang berbeda pandangan dengan redaksi Tempo. Ia juga beranggapan aksi unjuk rasa yang dilakukan merupakan bentuk kritik terhadap karya jurnalistik.

"Saya kira demo adalah hak. Asalkan damai kita akan welcome untuk berdialog. Karena kita akui karya jurnalistik memiliki ke dhoifan-nya sendiri," tutur dia.

Sebelumnya, ratusan orang berdemo di Kantor Tempo. Aksi dilakukan untuk memprotes karikatur seorang perempuan dan lelaki bersorban yang diterbitkan Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018.

Pedemo menyebut, karikatur itu melecehkan pemimpin FPI Rizieq Shihab. (Medcom/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya