Anies: Sari Pan Pasific Berkontribusi jadi Penyebab Banjir

Yanurisa Ananta
12/3/2018 13:43
Anies: Sari Pan Pasific Berkontribusi jadi Penyebab Banjir
(Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan -- MI/ARYA MANGGALA)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada banyak pelanggaran ketentuan yang dilakukan Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Diantaranya, hotel megah tersebut tidak memiliki sumur resapan sehingga air limbah yang digunakan penghuni hotel tidak diserap kembali ke tanah, melainkan ke luar area gedung. Akibatnya berkontribusi pada banjir.

"Ternyata tempat ini yang seharusnya memiliki sumur resapan tidak ada sumur resapannya. Itu sudah mendasar sekali. Jadi air yang digunakan di hotel ini dialirkan keluar dan menyumbang pada banjir kalau sedang ada hujan yang deras. Karena apa? Karena bukan dimasukkan dalam tanah," jelas Anies di Jakarta, hari ini.

Begitu juga dengan sistem instalasi pengelolaan air limbah dan sistem sumur dalam. Kata Anies, surat izin pengambilan air tanah (SIPA) yang tercatat di Pemprov DKI sudah berakhir sejak tahun 2013. Artinya, saat ini sudah tidak berlaku lagi.

"Sudah kadaluarsa. Dan peletakan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain juga tidak sesuai dengan ketentuan," lanjutnya.

Pemprov DKI dalam 21 hari ke depan akan menyidak 80 gedung di Jakarta soal pengambilan airnya. Hal itu dilakukan menyusul terbitnya Keputusan Gubernur (Kepgub) No 279/2018 pada tanggal 6 Februari lalu tentang Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasu Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan.

Dalam sidak hari ini, Anies pun sempat menyampaikan kepada manajemen gedung bahwa tulisan 'help us to conserve environment' pada hotel-hotel akan percuma bila pengelola hotel tidak mengelola air dengan baik.

"Tapi kalau kita pengguna hotel menghemat air tapi pengelola hotel tidak mengelola air dengan baik maka tidak ada artinya. Sama dengan pengolahan limbah air lainnya yang tidak mengikuti prinsip-prinsip lingkungan," ujarnya.

Untuk itu, Anies meminta kepada pengelola gedung-gedung tinggi menyiapkan data dengan jujur karena gedung-gedung akan diperiksa seluruh fasilitasnya. Tujuannya, lanjut Anies, bukan semata-mata mencari siapa yang salah, tapi untuk kepentingan Jakarta.

"Bukan semata-mata untuk menghukum tapi untuk perbaikan di jakarta." imbuhnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya