Peringkat Naik, tapi masih Kejam terhadap Anak-Anak

Gan/J-1
10/3/2018 06:31
Peringkat Naik, tapi masih Kejam terhadap Anak-Anak
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PREDIKAT madya yang disandang Kota Bekasi sebagai kota layak anak nyatanya belum mampu menekan angka kekerasan terhadap anak dalam tiga tahun terakhir.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi bahkan mencatat Kota Patriot masih sebagai kota yang kejam terhadap anak-anak dengan kasus mencapai 198 pada 2017.

Kepala DPPA Kota Bekasi, Riswanti, mengungkapkan predikat madya pada kota layak anak bukan berarti Kota Bekasi bebas dari stigma kota yang bebas dari ancaman kekerasan pada anak. Predikat madya merupakan jalan untuk membuka kesadaran atas kasus kekerasan terhadap anak.

"Kita selalu berpikir, ketika mendapat penghargaan pasti tidak ada kekerasan. Tren kekerasan menanjak akibat kami sosialisasikan sehingga korban berani melaporkan," tuturnya.

Berdasarkan data, kasus kekerasan terhadap anak cenderung mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir di Kota Bekasi. Pada 2015, tercatat sebanyak 100 kasus dan naik tahun berikutnya menjadi 127 kasus. Kenaikan melonjak tajam pada 2017 dengan jumlah kasus kekerasan anak mencapai 198 laporan.

Kota Bekasi telah meluncurkan program Kota Layak Anak pada 2013. Dua tahun kemudian mereka mendapat predikat pratama dan 2017 predikat meningkat menjadi madya dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak pada DPPPA Kota Bekasi. "Tinggal dua tingkat lagi, predikat nindya dan utama, Kota Layak Anak Kota Bekasi jadi status full," cetusnya.

Dalam upaya meredam kekerasan terhadap anak, DPPPA Kota Bekasi mengangkat sekitar 7.000 personel Satgas Antikekerasan Anak Tingkat Rukun Tetangga. Para satgas bertugas meredam kekerasan anak hingga ke lini terkecil.

"Ini merupakan tanggung jawab bersama, sinergi lintas organisasi perangkat daerah dan vertikal sudah kami jalani," tambah Riswanti.

Selain membentuk Satgas Antikekerasan, DPPPA Kota Bekasi pun telah membentuk 450 forum anak sampai tingkat kelurahan.

Kehadiran mereka diharapkan bisa mengantisipasi agar anak-anak tidak menjadi korban kekerasan atau pelaku kejahatan. "Kota Layak Anak pun sebetulnya adalah program untuk memotivasi pemerintah untuk memberikan hak-hak pada anak," tutupnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya