Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor tewas setelah terseret pusaran palung di Sungai Cikidang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/2), gara-gara jatuhnya deodorant.
Kapolsek Dramaga, AKP Budi Santoso, menyebutkan, kejadian berawal ketika salah satu dari mahasiswa itu mencoba mengambil deodorant yang hanyut di sungai, dan mahasiswa lainnya mencoba untuk menolong.
"Diduga mereka tidak bisa berenang, dan kemungkinan mereka tidak tahu di lokasi itu ada palung," kata Budi.
Kedua mahasiswa IPB yang meninggal dunia tersebut yakni M Dandi Firdaus, mahasiswa semester pertama angkatan 54 Program Peningkatan Kompetensi Umum/PPKU, program studi Teknik Spil dan Lingkungan, dan M Fadli Zikri, mahasiswa tingkat atas FMIPA, angkatan 52 Dua mahasiswa IPB.
Budi mengatakan, Polsek Dramaga menerima laporan kejadian mahasiswa IPB tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi dibantu petugas BPBD serta mahasiswa melakukan upaya pencarian dan penyisiran radius 1 kilometer di lokasi tenggelamnya kedua mahasiswa.
Kedua mahasiswa tersebut tergabung dalam kegiatan up-grading Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Al Hurriyah IPB. Total ada 41 mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut yang berlokasi di sekitar Sungai Cikidang, yang memisahkan dua desa yakni Cikarawang dan Babakan atau di belakang Kampus IPB.
Usai kegiatan, 41 mahasiswa ini membersihkan diri dengan mandi di sungai tersebut. Saat mandi di sungai, deodorant milik Fadli terjatuh ke sungai. Fadli secara spontan mencoba mengambilnya lalu terperosok ke dalam palung.
Melihat kejadian tersebut, rekan korban Dandi mencoba menolong, tetapi ikut terseret pusaran palung yang memiliki kedalaman hingga 3 meter.
"Banyak yang tidak tahu di situ ada palung, kelihatan memang sungai dangkal, bisa dilalui dengan berjalan kaki, tetapi di sana ada pusaran pertemuan arus yang ada palung di dalamnya," Budi.
Jenazah kedua mahasiswa IPB ditemukan setelah upaya pencarian selama setengah jam berlangsung secara manual. Arus tidak terlalu deras, dan ke dalam sungai dangkal untuk dilintasi.
Petugas fokus mencari ke dalam palung menggunakan bambu. Saat bambu dimasukkan ke dalam palung menyentuh tubuh korban yang terjebak di pusaran, tubuh keduanya terangkat ke permukaan dengan bantuan bambu.
Kini, jenazah keduanya telah dimandikan dan dishalatkan. Rencananya, Senin (26/2) besok dengan penerbangan pagi akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Sumatra Selatan dan Sumatra Barat. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved