Bulog Tunggu Panen sebelum Serap Gabah

AU/AT/LD/PO/AD/YK/JS/UL/DW/BN/BB/MR/RS/X-11
23/2/2018 08:14
Bulog Tunggu Panen sebelum Serap Gabah
(ANTARA FOTO/Khairizal Maris)

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di sejumlah daerah memutuskan menunggu panen serentak di akhir Februari sampai Maret 2018 sebelum menyerap gabah dari para petani.

Di Ciamis, Jawa Barat, misalnya, serapan gabah baru mencapai 300 ton dari awal Januari. Sebagian petani juga memilih menjual ke tengkulak dengan harga rata-rata Rp5.600-Rp5.700 per kilogram.

"Bulog akan bergerak melakukan serap gabah jika panen di akhir bulan dan awal Maret dilakukan. Kondisi kenaikan gabah dari petani masih tinggi dan Bulog akan berupaya agar mereka tidak menjual ke tengkulak," ungkap Wakil Kepala Perum Bulog Subdiv Regional II Ciamis, Firmansyah, kemarin.

Tingkat penyerapan beras di Nusa Tenggara Timur juga minim, yaitu baru mencapai 20 ton selama Januari-Februari dari target 4.500 ton hingga akhir 2018.

Kepala Bulog Divre NTT Efdal Sulaiman menyebut faktor penyebabnya ialah petani di daerah itu memilih menahan gabah hasil panen untuk kebutuhan sehari-hari daripada menjual beras kepada Bulog.

"Sebagian besar petani menyimpan dulu gabah mereka. Bila dibutuhkan, baru dia pergi ke penggilingan. Namun, beras yang digiling itu tidak semuanya dijual, tetapi disisakan untuk kebutuhan makan," kata Efdal di Kupang, kemarin.

Penyerapan beras saat ini juga baru berasal dari petani di Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Timur, sementara penyerapan dari daerah lain nihil.

"Rata-rata petani NTT sedang menanam padi sehingga belum ada penyerapan. Bulog menunggu sampai 90 hari ke depan karena akan terjadi panen raya dan baru dilakukan penyerapan beras," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto meminta Bulog untuk mulai menyerap gabah petani. "Bulog harus bekerja keras dengan membeli gabah dari petani secara langsung," pesan Sumarjo.

Dari informasi yang didapat, Sumarjo menyebut pasokan beras di Pasar Cipinang kini sedang melimpah. Karena itu, Bulog harus menangkap momentum dengan menyerap gabah.

"Jangan sampai gudang Bulog kosong, tidak bisa melakukan intervensi pasar, lalu beralasan untuk impor beras," tegasnya.(AU/AT/LD/PO/AD/YK/JS/UL/DW/BN/BB/MR/RS/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya