Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REVITALISASI trotoar di kawasan Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat diprediksi tidak akan rampung hingga perhelatan Asian Games dimulai pada 18 Agustus 2018.
Hingga enam bulan menjelang perhelatan ajang olahraga akbar itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih meminta Dinas Bina Marga DKI mematangkan desain trotoar. Akibatnya, pengerjaan fisik molor dari rencana semula pada Desember 2017.
"Memang sudah jadi rancangannya tapi perlu pematangan. Anda tahu persis kan gaya saya pendekatannya? Dimatangkan dulu, semuanya beres baru diumumkan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/2).
Anies menargetkan pekerjaan fisik revitalisasi trotoar bisa dilaksanakan pada akhir bulan ini. Namun ia masih enggan menjabarkan perubahan desain dari sebelumnya yang telah dicanangkan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Dia menjanjikan trotoar itu akan memfasilitasi pejalan kaki dengan baik.
"Yang jelas akan lebih membuat orang bisa berinteraksi. Warga bisa merasakan ini sebagai sebuah kota yang ramah bagi pejalan kaki, kota orang yang bekerja, berlalu lintas, dan berjalan semuanya terfasilitasi dengan baik," jelas Anies.
Dihubungi terpisah, Asisten Sekretaris Daerah DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Gamal Sinurat memprediksi pada saat Asian Games dimulai, kemungkinan besar progres revitalisasi trotoar baru mencapai di atas 80%.
Dia tidak menampik jika hal itu bisa menganggu pejalan kaki. Namun ia menjanjikan proyek itu tidak akan mengganggu kondisi lalu lintas saat Asian Games.
"Paling tidak (progress) di atas 80% sebelum Asian Games. Artinya tidak lagi mengganggu lalu lintas. Terus diupayakan supaya sebelum Asian Games bisa selesai. Kalaupun tidak (selesai) ya paling tidak pekerjaan sudah di atas trotoar. Tidak lagi mengambil lajur jalan dan mengganggu lalu lintas," jelas Gamal.
Gamal tidak bisa memastikan kapan tepatnya pengerjaan fisik dimulai. Sebab, berdasarkan rapat terakhir pembahasan trotoar, Anies masih meminta beberapa perubahan dari desain yang dipresentasikan.
Di antaranya terkait penempatan drainase, posisi bangku taman, hingga sentuhan motif lurik pada trotoar. Sebelum pengerjaan fisik pun akan dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada masyarakat.
"Sosialisasi menunggu finalisasi desain, sesuai arahan Pak Gubernur. Mulai pengerjaan diharapkan akhir bulan ini. Ini tinggal satu kali menghadap lagi ke Pak Gubernur, kalau setuju langsung sosialisasi," ucap dia.
Trotoar yang direvitalisasi antara lain dari Patung Pemuda, Senayan hingga Patung Kuda, Thamrin. Lebar trotoar nantinya akan berkisar 10-12 meter. Penataan trotoar ini sekaligus mengubah tata ruang Jalan Sudirman. Pemprov DKI akan menghilangkan pembatas jalur cepat dan jalur lambat.
Satu lajur di sisi kanan dikhususkan untuk Transjakarta, tiga lajur untuk kendaraan roda empat, lalu satu lajur lagi untuk kendaraan roda dua dan bus penumpang reguler.
Di antara jalur motor dan trotoar juga akan ada sabuk hijau bagi pohon sekaligus pengaman bagi pejalan kaki. Pembatas antar lajur menggunakan garis marka jalan. Pengguna Jalan Sudirman dan MH Thamrin diwajibkan mematuhi peruntukan jalur itu.
Trotoarnya sendiri akan memiliki fasilitas berupa bangku taman, drainase yang memadai, bahkan etalase budaya. Etalase budaya akan ditempatkan di titik-titik tertentu dan bisa dimanfaatkan untuk menempatkan benda-benda seni budaya hingga kegiatan seni budaya skala kecil.
Pemprov DKI masih akan membicarakan lebih lanjut teknis dari pemanfaatan etalase budaya ini, agar tidak menjadi ruang bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
"Itu masalah penegakan hukum, nanti diawasi pejabat terkait. Teknisnya masih perlu dibicarakan lebih lanjut lagi," ucapnya.
Revitalisasi trotoar Sudirman-Thamrin sebetulnya telah dicanangkan oleh Gubernur Djarot pada 8 Oktober 2017 lalu. Total yang dikerjakan ialah sepanjang 6,6 kilometer. Di antaranya dikerjakan oleh PT MRT Jakarta, PT Mitra Panca Persada, dan PT Keppel Land.
Sebagian anggaran revitalisasi trotoar ini berasal dari sisa dana pembangunan Simpang Susun Semanggi dan dana kompensasi dari PT Keppel Land. Saat itu, Djarot menargetkan pengerjaan fisik trotoar berlangsung dari Desember 2017 hingga Juli 2018. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved