56 Situ Hilang, Ibu Kota Rawan Tenggelam

07/2/2018 21:46
56 Situ Hilang, Ibu Kota Rawan Tenggelam
(MI/Adam Dwi)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan penyebab banjir di Ibu Kota Jakarta karena minimnya sarana penampungan air, salah satunya situ. Saat ini, 56 situ sudah hilang.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai KLHK, Yuliarto, mengatakan, hanya tersisa 38 situ yang masih berfungsi di Jakarta. Antara lain 15 situ ada di wilayah Jakarta Timur, 11 situ di Jakarta Utara, 7 situ di Jakarta Selatan, 3 situ di Jakarta Pusat, dan 2 situ Jakarta Barat.

Dari total tersebut, jumlah situ yang telah hilang dan beralih fungsi menjadi kawasan permukiman melebihi jumlah situ yang masih ada saat ini. Ia meminta situ yang ada harus dipertahankan, jika tak ingin Ibu Kota semakin tenggelam.

"Situ penting untuk mengamankan banjir. 38 situ di Jakarta yang ada saat ini harus dipertahankan. Sementara yang hilang sudah 56 situ," kata Yuliarto saat jumpa pers di KLHK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

Kondisi ini diperparah dengan kondisi drainase Ibu Kota yang berantakan. Seiring dengan bertambahnya kawasan permukiman, daya tampung penyerapan air semakin berkurang karena bertambahnya sedimentasi.

"Daya tampung makin lama makin turun sehingga kapasitas pengalihan jadi berkurang. Kalau ada debit tertentu akan jadi banjir," ujarnya.

Terkendala keterbatasan lahan untuk membuat situs baru, pembuatan biopori atau sumur resapan solusi utama. Bukan hanya di Jakarta, sumur resapan juga harus dibuat di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS).

"Dibutuhkan 165 ribu sumur resapan di Jakarta dan 388 ribu di daerah hulu," jelasnya.

Pemprov DKI pun diminta terus memperluas kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai sarana penyerapan air.

"Memperbanyak RTH 10% dari total luas DKI dan 1.200 hektare di daerah hulu," kata dia. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya