Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan akan melanjutkan proyek normalisasi sungai. Pemprov DKI akan berdialog dengan warga agar bersedia direlokasi.
Sandiaga tidak menampik jika relokasi diperlukan dalam program normalisasi. Itu sebabnya ia akan berdialog dengan warga soal itu.
"Iya, akan ada (normalisasi) di tempat tertentu, tergantung antisipasi dan keinginan dari masyarakat," kata Sandiaga di Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).
Sandiaga mencontohkan warga di Kampung Arus, Jakarta Timur yang sebelumnya menolak direlokasi. Namun setelah kejadian banjir kali ini, sebagian warga di kampung itu berubah pikiran. Warga bersedia direlokasi jika Pemprov DKI bisa menyiapkan lokasi tempat tinggal yang tidak jauh dari permukiman mereka saat ini.
“Jadi kita akan lihat daerah mana yang bisa kita normalisasi dengan program (yang) merangkul warga,” sambung Sandiaga.
Lokasi relokasi akan disinergikan dengan jumlah rumah susun yang ada atau tempat-tempat lainnya yang telah dibangun. Selain itu, Sandiaga menyebut ada beberapa tempat lainnya yang akan dibangun di area Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Menurut data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta ada beberapa rusun yang siap menampung warga relokasi, yakni Rusun Cakung Barat, Pulogebang, Komaruddin, dan Pinus Elok.
Pada prinsipnya, Dinas Perumahan akan menyiapkan unit rusun bagi warga DKI yang lebih dulu terdampak relokasi.
Sebelum Sandiaga menegaskan sikapnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Taufik menyatakan di depan Sandiaga jika proyek normalisasi harus dilanjutkan dan tidak boleh dilaksanakan setengah-setengah.
Sebab hingga kini baru sekitar 16 kilometer dari total 38 kilometer, sisi kanan-kiri sungai yang telah dibangun dinding turap di sepanjang dari TB Simatupang hingga pintu air Manggarai.
“Normalisasi seluruh sungai itu yang dialiri air yang kadang kala melimpah harus dilakukan dengan teratur dan berkesinambungan. Jangan sepotong-sepotong,” kata Taufik di Balaikota Jakarta. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved