Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBLASNYA tanggul Kali Bekasi di Jalan Raya Cipendawa, Kelurahan Rawalumbu, Kota Bekasi, kian parah. Hal ini disebabkan debit air kiriman dari Bogor meningkat sejak tiga hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan, debit air paling tinggi terjadi Rabu (7/2) pagi. Hal ini menyebabkan hampir separuh badan jalan di Jalan Raya Cipendawa dari arah Bantargebang menuju Jati Asih amblas.
Tanggul terbuat dari sheet pile sudah tak berdiri. Padahal sebelumnya tanggul itu hanya doyong menjulur ke sungai. Jalan sepanjang 500 meter di titik itu pun harus ditutup agar tidak ada kendaraan yang melaju.
Awalnya, tanggul sheet pile tersebut amblas sejak satu tahun lalu. Namun, pemerintah setempat tidak mempunyai kewenangan untuk memperbaikinya. Sebab, kewenangan memperbaiki tanggul di wilayah Kali Bekasi berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
Kepala Bidang Binamarga Kota Bekasi Widayat Subroto mengatakan, sebagian badan amblas lantaran tanah di bawah basan jalan tergerus debit air yang tinggi kiriman dari Bogor sejak Minggu (4/2). Kondisi ini diperparah lantaran di pingkir sungai sudah tidak ada lagi tanggul yang membatasi bibir sungai.
“Sudah kami laporkan kejadian ini ke pihak BBWSCC,” ungkap Subroto, Rabu (7/2).
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, pemerintah pusat tengah melelang proyek perbaikan tanggul tersebut. Adapun anggaran yang disiapkan senilai Rp11 miliar, dan ditargetkan perbaikan dilakukan pada Maret mendatang.
“Kami ingin memperbaiki, tapi terbentur dengan kewenangan,” ungkap Tri.
Selain tanggul tersebut, kata dia, ada dua titik lain yang akan diperbaiki di antaranya di samping gedung sekolah dasar negeri VI Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, dan tanggul di Kemang Pratama, Rawalumbu. Perbaikan tanggul tersebut cukup mendesak, mengingat ada infrastuktur lain yang terancam tergerus.
“Memang harus segera diperbaiki, sebab badan jalan sudah ditutup sejak satu tahun lalu. Di samping itu ada perbaikan lainnya ada badan jalan, bangunan sekolah, dan lingkungan," paparnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved