Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT korban yang tewas akibat tertimbun longsor di Kampung Maseng, RT 02 RW 08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, pada Selasa (6/2) pukul 16.24 WIB.
Keempat korban adalah Nani, 34, Aurel, 1,5, Alan, 17, dan Aldi, 8. Saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ciawi. Satu korban lagi, yaitu Adit, 10, diduga masih tertimbun longsor. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencariannya besok.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei yang juga turun langsung ke lokasi bencana mengatakan, upaya penyelamatan biasanya membutuhkan waktu hingga 2 minggu.
"Cuaca adalah salah satu faktor, dan kita harus juga harus memperhatikan keselamatan regu penyelamat. Jangan sampai mereka juga menjadi korban" ucap Willem dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (6/2).
Ratusan personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Kementerian PU Pera, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat, bahu membahu membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Semua bekerja karena panggilan kemanusiaan.
Kepala BNPB yang mendatangi lokasi longsor di Caringin, Kampung Babakan, Cijeruk dan Riung Gunung, Bogor, bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Kabupaten Bogor Nurhayanti.
"Tim akan terus bekerja untuk menormalkan jalur Bogor-Puncak. Ditargetkan 10 hari ke depan jalanan sudah dapat kembali normal dan dilalui kendaraan umum," ujar Heryawan.
Tim SAR gabungan juga mendapatkan laporan dari sopir angkot yang mengatakan ada 1 orang pesepeda motor tertimbun material longsoran tanah di Riung Gunung, Cisarua.
"Namun masih butuh klarifikasi, karena pengemudi angkot itu juga tidak yakin pada penglihatannya. Namun upaya pencarian dan pembersihan jalan tetap kami lanjutkan," ucap Bupati Nurhayanti.
Curah hujan masih akan tinggi dalam kurun waktu 2 minggu ini. Diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak jatuh korban lagi.
"Intensitas bencana meningkat, kami akan memperkuat sistem peringatan dini. Orang yang selamat dari bencana sebesar 95% adalah karena kapasitas dirinya, sisanya karena pertolongan orang lain," pesan Kepala BNPB.
Itulah mengapa masyarakat perlu mengenali lingkungan sekitarnya. Mengenai potensi bencana dan mampu mengantisipasinya. Tanda-tanda longsor dapat dikenali dari fenomena yang ada seperti adanya retakan tanah, amblesan tanah, mata air dan air sumur menjadi keruh, serta pohon dan tiang listrik miring. Saat hujan deras hendaknya waspada. Jika perlu mengungsi sementara waktu di tempat yang aman. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved