Wilayah Hutan Kawasan Puncak Hanya 9,5 Persen

Thomas Harming Suwarta
05/2/2018 22:34
Wilayah Hutan Kawasan Puncak Hanya 9,5 Persen
(ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

BANJIR yang melanda Jakarta hari ini selain karena curah hujan yang tinggi juga disebabkan karena kondisi hutan di kawasan hulu yaitu Cisarua, Jawa Barat. Dari 30 % lahan ideal untuk kawasan hutan saat ini hanya tersisa 9,5 %.

"Soal banjir hari ini tentu saja karena memang curah hujan yang sangat tinggi lebih dari 152 mm/hari. Selain itu persoalannya dari hulu yaitu daya tampung resapan di Cisarua masih jauh dengan kondisi hutan hanya 9,5 % dari Ideal 30 % luas wilayah," kata Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho, di Jakarta, Senin (5/2).

Dia menambahkan bahwa RTH di kawasan puncak saat ini mencapai 40 % itu tidak menjamin karena selain okupasi perumahan yang tinggi juga karena perkebunan yang masif.

"Hijau di kawasan puncak itu kan kalau kita lihat banyak kebunnya dan hutannya sedikit" sambung Hilman.

Selain persoalan di hulu, kawasan di hilir yaitu di Jakarta juga banyak persoalan misalnya banyak wilayah tampungan air berubah menjadi pemukiman seperi Rawamangun, Rawasari, Rawajati dan Srengseng Sawah.

"Juga karena ada beberapa situ yang berubah fungsi selain karena ada penyempitan sungai dan persoalan sampah yang kita semua tahu," pungkasnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan di kawasan puncak kata dia adalah upaya rehabilitasi seluas 1.710 hektare untuk dijadikan kawasan hutan kembali. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya