Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAU asap seusai kebakaran masih menyeruak di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Talib II dan Jalan Talib III, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, hingga kemarin sore. Sejatinya, kebakaran sudah padam sejak pukul 05.30 WIB. Namun, hawa panas masih terasa dari sisa-sisa tembok rumah yang dilahap si jago merah sejak dini hari.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji melakukan penataan kawasan itu pascakabaran. "Ke depannya akan kita lihat lagi. Kita harus lihat status tanah, surat kepemilikannya tentu. Kalau sudah, kita jadikan ini permukiman yang aman yang bebas dari potensi-potensi kebakaran," tuturnya saat meninjau lokasi.
Anies yang didampingi Wali Kota Jakarta Barat Effendi Anas menyebut kebakaran itu menghanguskan 286 bangunan di 10 rukun tetangga. Dampaknya, sekitar 600 kepala keluarga (KK) atau 1.327 warga harus mengungsi, 386 di antaranya anak-anak.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kondisi terparah terjadi di RT 11. Bangunan rumah yang rata-rata berukuran 3 x 6 meter hangus tak bersisa. Gang-gang di RT tersebut dipenuhi kabel terbakar serta seng dan kayu yang berubah menjadi arang. Sejumlah warga tampak termenung di depan puing-puing rumah.
"Itu kamar saya, yang itu kamar anak saya. Sekarang sudah tidak ada apa-apa lagi. Saya di sini saja. Mau bagaimana lagi?" kata warga bermata sembap.
Pemprov DKI Jakarta, ujarnya, sudah menyediakan tenda-tenda pengungsian. "Yang paling dibutuhkan saat ini itu untuk anak-anak ialah seragam, alat tulis dan buku-buku. Juga pampers, makanan bayi, vitamin, pakaian dalam dan pakaian pada umumnya," lanjut dia.
Sejumlah korban sudah menempati posko-posko pengungsian dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, dan Dinas Sosial DKI yang dibangun di pinggir Kali Krukut. Beberapa di antaranya tampak dijenguk sanak saudara.
"Habis semua. Motor saya kebakar juga. Hanya baju yang saya pakai. Anggota keluarga saya selamat, cuma orok saja cucu saya baru lahir saya amankan buru-buru," ujar warga di salah satu posko.
Pemerintah akan menyediakan makanan untuk warga. Makanan itu dimasak di kantor wali kota. Di samping itu, warga secara swadaya menggelar dapur umum. Kotak-kotak sumbangan dan lapak baju gratis juga tersebar di beberapa titik.
Diduga dibakar
Penyebab kebakaran masih diselidiki tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Warga Polri. Namun, warga menduga nyala api pertama kali berasal dari salah satu rumah di RT 11.
"Ada dugaan sengaja dibakar. Jadi mungkin dia cek-cok sama keluarganya. Emang orang ini agak sedikit stres. Namanya Soni," tutur Abdul Baset, 40, salah satu warga yang rumahnya tidak terbakar. Menurutnya, para tetangga Soni menduga api berasal dari kasur yang dibakar di lantai dua rumah tersebut.
Wakil Kapolsek Tamansari, Komisaris Teguh Nugroho, mengatakan saat ini pihaknya telah mengamankan warga bernama Soni, 35. Ia tinggal di rumah yang diduga menjadi titik awal api sebelum merembet ke rumah warga lainnya.
"Rumah itu ditinggali saudara Soni, ibu, dan adiknya Soni. Kami bawa ke Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Ada saksi lain dari warga sekitar juga kami mintai keterangan," kata Teguh saat ditemui lokasi kebakaran.
"Saat ini upaya represif melakukan penyelidikan ada unsur pidana atau tidak," kata Teguh. (J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved